Beranda Cianjur Selatan Wilayah Cianjur, Rencana Masuk Sekolah SMA/SMK pada 18 Agustus 2020

Wilayah Cianjur, Rencana Masuk Sekolah SMA/SMK pada 18 Agustus 2020

65
0

JCS – Untuk para pelajar tingkat SMA atau SMK bersiap-siap masuk sekolah secara tatap pada 18 Agustus 2020. Belajar tatap muka disaat cengkeraman Covid-19 memang belum pasti mengingat tahapan penting demi kesehatan wajib dilalui oleh pihak sekolah.

Dalam situasi pandemi, pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi tidak gegabah dan tidak akan terburu-buru memutuskan masuk sekolah secara langsung.

Meski sebagian sekolah di Kabupaten Cianjur, seperti di wilayah selatan Cianjur telah melakukan sejumlah tahapan dan persiapan yang berkaitan dengan protokol kesehatan, agar para siwa/wi dan pengajar tetap aman dari serangan virus corona.

Pihak terkait merencanakan masuk sekolah tatap muka pada 18 Agustus 2020, jika tidak ada perubahan, serta sesuai arahan Kepala Disdikbud Provinsi terkait perkembangan wabah.

Selama ini, atau kurang lebih empat bula, para pelajar banyak berada di rumah dan diberikan tugas pelajaran oleh para guru dengan menggunakan android. Kondisi demikian tampaknya banyak kendala dialami para pendidik maupun siswa, maklum medan daerah Cianjur selatan tak sama dengan di perkotaan, kadang sulit sinyal, masalah kuota internet, dan akibat gangguan listrik.

Belum lagi pengaruh lama tidak tatap muka di sekolah akibat Covid membuat sebagian pelajar tidak sungguh belajar lewat daring.

Ya, tak sedikit siswa yang malas belajar melalui daring. Maka, berbagai pertimbangan dilakukan pemerintah untuk sekolah tatap muka disaat situasi pandemi ini.

Akan tetapi, Disdikbud Jabar telah memiliki catatan wilayah zona hijau di Kabupaten Cianjur, yakni di 18 kecamatan. Di 18 kecamatan, sekolah yang sudah dan siap mengikuti protokol kesehatan diperolehkan melakukan kegiatan belajar secara tatap muka. Rencananya ada 35 SMA, 13 SMK, dan 2 SLB.

Berikut penjelasan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Esther Miory!

Esther Miory menyebutkan jumlah sekolah di Cianjur ada 278 SMA/SMK. “Namun, dari semua sekolah (278 SMA/SMK di Kab. Cianjur), ada sekitar 50 sekolah yang siap memulai pembelajaran tatap muka,” kata Esther Miory, Kamis (6/8/2020).

Menurut Esther, untuk pelajar di 50 sekolah boleh masuk sekolah pada 18 Agustus 2020, jika tak ada perubahan lagi.

Tapi jumlah itu bisa berkurang lantaran ada kecamatan yang tidak masuk zona hijau. Hal ini menurut Esther, pihaknya masih menunggu informasi dari atasan dan situasi perkembangan Covid-19.

“Untuk Cianjur, apakah sekolah yang akan melaksanakan belajar tatap muka ada yang dikurangi atau tidak, datanya masih belum pasti, karena bisa berubah, karena juga tergantung pada perkembangan kasus,” terangnya.

Dikatakan Esther, sekolah yang mempersilahkan pelajar masuk sekolah secara tatap muka, tetap harus mendapat izin, melibatkan orang tua, dan sejumlah tahapan dan persiapan yang dilalui.

Di antaranya menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. Mulai pembagian jadwal belajar siswa, alat pelindung diri seperti masker dan face shield, hingga jarak antar meja siswa.

“Alat pelindung wajah dan masker akan disedikan sekolah,” ujarnya.

Dana untuk membeli masker dan pelindung wajah kata Esther, kemungkinan dari anggaran sekolah, tapi masih dikaji. “Intinya siswa sekolah, aman,” katanya.

Pengajar dibatasi:
Selain itu, para tenaga pengajar juga akan dibatasi. Pengajar diizinkan mengajar namun usianya di bawah 45 tahun, bahkan mereka juga harus menjalani rapid tes.

Bagi pengajar yang umurnya lebih dari 45 tahun mengajarnya lewat daring. “Cara ini untuk meminimalisir risiko,” ujarnya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here