Beranda Berita Virus Corona di Jabar: Hampir 200 Tenaga Kesehatan Terpapar, 5 Orang Meninggal

Virus Corona di Jabar: Hampir 200 Tenaga Kesehatan Terpapar, 5 Orang Meninggal

45
0

JCS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selalu mengingatkan masyarakatnya agar menjaga diri dari paparan virus corona atau Covid-19. Jika memang penting harus keluar rumah gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. “Cukup tiga hal yang wajib dicamkan masyarakat Jabar,” ujar Kang Emil dalam setiap kunjungannya ke daerah maupun pesan di televisi baru-baru ini.

Bahayanya virus corona memang harus diwaspadai semua orang. Sebab, ancamannya bukan saja kepada warga biasa, namun tenaga medis atau tenaga kesehatan pun bisa terpapar, jika tidak menggunakan pelindung diri. Buktinya? Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat dr Berli Hamdani!

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat sebanyak 191 tenaga kesehatan (nakes) terpapar positif virus corona. Jumlah tersebut terhitung sejak 2 Maret hingga 25 Juni 2020.

Dari jumlah tersebut, lima orang tenaga kesehatan meninggal dunia tersebar di Kota Bandung, Bogor, Bekasi, dan Cimahi. Terbanyak di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi.

“Lima diantaranya meninggal dari total tenaga kesehatan di Jabar yang positif Covid-19, sebanyak 191 orang.
Tapi mereka meninggal dunia bukan karena merawat pasien Covid-19,” beber Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Berli Hamdani kepada jurnalis, Jumat kemarin.
Almarhum, terang Berli, meninggal karena terinfeksi corona karena aktivitas keseharian di luar layanan.

Perhatian Dinkes Jabar atau Santuan Kematian:
Diutarakan Kadinkes Berli, tenaga kesehatan di Jabar akan menerima santuan kematian senilai Rp 300 juta bila meninggal dunia karena merawat pasien terinfeksi.

Selain itu, lanjut Kepala Dinkes Jabar, sebanyak 1.076 tenaga kesehatan di Jabar berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 188 berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Dikatakan Kadinkes, ODP terbanyak di Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Bogor. Sedangkan tenaga kesehatan PDP terbanyak di Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota Cirebon. “Semua data terhitung tanggal 2 Maret hingga 25 Juni 2020,” jelasnya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here