Beranda Berita TMC Mendorong Produksi Beras Nasional

TMC Mendorong Produksi Beras Nasional

55
0
Ilustrasi

JCS – Sistem perberasan nasional tidak hanya dipengaruhi faktor sarana irigasi, benih atau pupuk saja selaku inputan yang terkontrol, tetapi juga tergantung pada faktor lingkungan yang terdiri atas unsur iklim, air, serta lahan, termasuk bencana alam.

Menurut Peneliti Madya Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTC), Budi Harsono, untuk Jawa Barat dan Banten sebenarnya punya rata-rata produksi beras sekitar 13 juta ton per tahun, jika menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Penentuan waktu pada April atau November. Itu disusun berdasarkan kajian data historis klimatologis selama rentang waktu 15 tahun.

“Perubahan iklim dapat diintervensi oleh pemanfaatan TMC,” kata Budi dalam siaran persnya beberapa hari lalu.

Ia berupaya kembali melakukan sosialisasi konsep pemanfaatan TMC untuk mendukung sektor pertanian di Indonesia pada Kementerian RI. “Kami mendukunhg program yang dilakukan Kementerian Pertanian,” tandasnya.

Senada diutarakan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTC), Tri Handoko Seto. Menurut Tri Handoko. pada 2012, pihaknya dimintakan bantuan untuk wilayah Jawa Barat dalam program ketahanan pangan nasional surplus 10 juta ton beras (dukung program 2014). Kala itu, ia mampu memberikan sumbangan produksi beras 7,7% bagi Jabar.

“Kami optimis, produksi beras akan meningkat signifikan bila dilakukan secara lebih luas di wilayah-wilayah lain yang menjadi sentra produksi,” kata Tri.

“Asumsi kami untuk kebutuhan dalam negeri per tahun dan juga mengurangi kebutuhan impor 90,62% tahun,” tambahnya.

Penerapan TMC akan mendongkrak produksi beras nasional. Apalagi jika TMC tepat waktu, bisa dipastikan hampir meniadakan impor beras.

Sebab, sekenario pelaksanaan TMC di 10 provinsi akan menghasilkan 682.713 ton beras per tahun. Bandingkan dengan rata-rata impor beras nasional rentang 2013-2017 sekitar 753.377 ton beras per tahun. Yaitu provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tangeh, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan.

Pada 2017 pihaknya telah melaksanakan TMC di beberapa wilayah untuk menambah waduk strategis sentra produk beras nasional. Yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur Jabar, kemudian Waduk Gajahmungkur dan Kedungombo Jateng, Waduk Sutami. Sengguruh dan Solerejo Jatim, serta Waduk Batutegi Lampung.

Dengan upaya tersebut, menurut dia, akan mampu memberikan sumbangan 25% dari rencana target peningkatan produksi beras nasional. “Itu bisa mencapai 2 juta ton pada tahun 2017 terhadap produksi nasional,” kata Tri. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here