Beranda Cianjur Selatan Tiga Orang Warga Cidaun Disambar Petir, Satu Meninggal

Tiga Orang Warga Cidaun Disambar Petir, Satu Meninggal

219
0
Tiga orang di Cidaun tersambar petir. Satu diantaranya meninggal dunia dan dua korban selamat mengalami luka bakar di sebagian badan (Istimewa)

JCS – Tiga orang warga Cidaun disambar petir, Sabtu (7/12/2019). Satu orang meninggal, dua orang lagi dilarikan ke Puskesmas Cidaun. Informasi dihimpun JCS menyebutkan, petir berulah mengakibatkan satu dari tiga orang meninggal dunia. Dua orang mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya.

Korban meninggal dunia yaitu warga Kampung Datar Bolang, Desa Gelarpawitan bernama Sabri usia 60 tahun. Sementara dua orang diketahui nama Ato (26) dan Joni (29) ngalami luka bakar -hingga dilarikan ke Puskesmas Cidaun.

Menurut polisi, kejadian saat hujan deras disertai gelap, dimana tiga orang tersebut berteduh di sebuah warung di Kampung Datar Sumur Kecamatan Cidaun (Cianjur selatan).

Kejadian pada hari Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 17.30 WIB. “Saat mereka berteduh, tiba-tiba petir menyambar warung, termasuk tiga orang itu,” terang Paur Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayudha, Sabtu (7/12/2019).

Sabri meninggal karena mengalami luka bakar serius di bagian leher, punggung dan tangan sebelah kiri. Sedangkan dua korban selamat, luka bakar pada bagian punggung dan pinggang.

“Korban meninggal dunia sudah dikebumikan oleh keluarganya,” terang Budi.

Sebab korban tersambar petir, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan meminta keterangan saksi-saksi.

Kejadian itu bisa dibilang salah satu dampak terburuk petir dalam sejarah. Dan menjadi pengetahuan umum bahwa petir memang bisa menyambar manusia. Buktinya, seperti Sabri tewas.

Pengetahuan Petir dalam ilmu Geografi:
Masalah petir menurut sebuah penelitian, sama dengan arus listrik bisa membayakan manusia, tapi petir berbeda dari listrik karena petir tak ada kabel-kabel di rumah.

Petir tidak peduli, mau cepat sampai cepat ke bumi.
Untuk menghantarkan arus ke bumi, petir cenderung memilih tempat terbuka, obyek yang tinggi, dan tonjolan di permukaan bumi. Obyek tinggi bisa berupa tiang ataupun pohon. Lebih riskan bila orang menghidupan handphone, tv, radio saat hujan disertai gelap/petir.

Obyek sasaran petir bisa berupa bukit atau gunung maupun manusia, hewan, dan bangunan yang berada di tempat terbuka.

Jadi, hati-hati bagi orang yang berada di sawah, bermain bola di lapangan, maupun berlayar di atas kapal di lautan terbuka bisa menjadi tonjolan yang siap disambar petir.

Sifat petir tidak sabar, maka saat ada tonjolan, petir akan menyambar semuanya tanpa pandang bulu. Maka, tidak heran jika petir bisa menyambar banyak obyek sekaligus.

Kekuatan dan tegangan petir sangat besar. Kalau tegangan listrik yang bisa ditoleransi manusia 20 mili Ampere.

Sementara tegangan yang dihasilkan petir bisa mencapai 26.000 Ampere. Bagi petir, menhantam manusia adalah perkara mudah.

Jadi, petir bisa menyambar manusia akan secara langsung. Ini saat manusia berada di tempat terbuka tanpa obyek lebih tinggi lain di dekatnya.

Petir bisa menyambar manusia saat side plash atau terlalu dekat dengan obyek tinggi lainnya. Bisa karena konduksi, atau kontak logam. Cara petir menyambar terkait dengan penghantaran permukaan dan streamer; menyambar obyek tinggi hingga ke pangkalnya lalu menghantarkan arus ke sekitarnya melalui permukaan tanah. Sedang streamer adalah mekanisme penghantar lewat jalur khusus yang terbentuk di atmosfer.

Oleh sebab itu, waspadalah petir saat hujan lebat karena petir bisa membunuh manusia. Wallahu a’lam. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here