Beranda Berita Tiga Mucikari PSK Ditangkap Polisi

Tiga Mucikari PSK Ditangkap Polisi

43
0

JCS – Kemajuan teknologi zaman now memudahkan para mucikari dalam mendapatkan uang. Mucikari cukup dengan duduk santai sambil memegang handphone menunggu pemesannya.

Bisnis seperti ini semakin terbuka dengan berbagai cara dan melibatkan beragam profesi.

Seperti dilakukan tiga mucikari asal Jakarta ini yang menghimpun tujuh anak di bawah umur asal Cianjur. Ketiga mucikari ini akhirnya ditangkap polisi.

Ketiga mucikari tersebut inisial DN, KN dan Sur.

Proses Penagkapan Mucikari:
Dengan mudah polisi menangkap ketiga tersangka di tempat kosnya, tempat mereka beroperasi pada Sabtu lalu (13/6/2020).

Sebelumnya polisi telah mengidentifikasi para tersangka.

Nasib Korban:
Jika para korban sudah berada di wilayah Jakarta, mau tidak mau harus jadi PSK yang didagangkan mucikari di wilayah Koja Jakarta Utara.

Kapolsek Koja Kompol Cahyo membenarkan kasus tersebut. Menurut Cahyo, para korban ini berasal dari Cianjur. Mereka ditampung dan dipekerjakan sebagai PSK di sebuah tempat kos di wilayah Koja. “Kosan itu disediakan para pelaku,” kata Cahyo kepada wartawan di Jakarta Utara, Sabtu (27/6/2020).

Menurut Cahyo, anak-anak di bawah umur yang dijadikan PSK ini seluruhnya sudah putus sekolah.

Kondisi itu mempermudah para tersangka mengiming-iming mereka untuk bekerja di Jakarta. Ternyata, anak-anak ini dijadikan sebagai pemuas nafsu setan.

“Jadi orang yang berminat berpesan melalui aplikasi Michat,” kata Cahyo.

Ketiga mucikari yang ditangkap dalam kasus ini masing-masing inisial DN, KN dan Sur. Diketahui DN dan KN adalah suami istri.

Sebelum melayani hidung belang, setiap korban difoto dan dipasarkan lewat Michat.
Cahyo menjelaskan, para korban sama sekali tidak mengetahui siapa pria hidung belang yang akan mereka layani sebelum benar-benar bertemu di kamar kos. Sebab, gawai yang dipakai untuk memasarkan para korban sepenuhnya dikontrol ketiga mucikari ini.

“Jadi hp dipegang maminya maka transaki tidak langsung pada korban itu, tapi melalui maminya,” beber Cahyo.
Atas perbuatannya, kata Cahyo, para tersangka dijerat pasal 2 Undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto pasal 296 KUHP. Ancaman hukuman minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun.
“Kita kenakan pasal itu,” tutup Cahyo. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here