Beranda Teknologi Teknologi dan Dunia Pariwisata

Teknologi dan Dunia Pariwisata

160
0

JCS – Zaman canggih sebetulnya membuka peluang usaha sebesar-besarnya bagi masyarakat. Masalahnya, apakah mereka bisa mengikuti perkembangan zaman atau tidak. Terlebih peluang itu bagi startup teknologi dalam menghadapi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Apalagi, pemerintah sedang fokus dalam mengembangkan destinasi premium maupun super premium.

Namun, yang harus diperhatikan bagi pelaku usaha via teknologi mesti siap menghadapi problem solver, misalnya ketika membuat aplikasi wisatawan muslim. “Misalnya ketika orang muslim mencari arah kiblat dan makanan yang halal,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat menjadi pemateri di The Nextdev Summit di JCC Senayan, dikutif dari Cyberlife, Minggu (8/12/2019).

Peluang usaha di bidang teknologi itu memang besar. Tapi Wishnutama ingin kesempatan itu dibarengi produktivitas warga setempat (di lokasi destinasi).

Wishnutama mencertakan pengalamannya, yaitu pada. 2000 dirinya yakin bahwa digital is the future. Nah, sekarang ia menyadari bahwa hal itu harus balance dengan productivity. “Kaya di e-commerce itu banyak kelihan karena banyak barang asing,” beber Wishnutama.

Menurut Wishnutama, meskipun sebenarnya sama saja seperti di mal-mal. Opprtunitu in technology is yes, namun ada sesuatu yang menarik yang harus dibarengi dua hal tadi.

“Contohnya membuat home kitchen food yang bisa menyaingi restoran mahal. Sekarang orang di rumah bisa jualan, bisa bekerja sama dengan kolompok masyarakat untuk membuat home kitchen,” dimisalkan Wishnutama.

Karena itu, ia juga menekankan bahwa proses pembangunan infrastruktur pariwisata harus dibarengi juga dengan pengembangan human resources. Di situ, hemat dia, butuh sumber daya manusia untuk memanfaatkan peluang tersebut. Jadi butuh prioritas dan peran ekonomi kreatif,” tutup Wishnutama. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here