Beranda Religi Taubat: Hati Merasa Pecah dan Copot

Taubat: Hati Merasa Pecah dan Copot

37
0

JCS – Nikmat hidup terasa mana kala kita taubat nasuha. Karena taubat yang sebenar-benarnya ialah taubat yang jujur, ikhlas dan menyeluruh (meliputi segala macam dosa). Tentu saja taubat yang disertai dan diisi dengan istighfar atau permohonan ampun dan dapat menghapus segala macam dosa.

Taubat yang dilakukan seorang hamba diapit dengan taubat dari Allah SWT sebelumnya dan taubat dariNya sesudahnya. Jadi taubat seorang hamba berada di antara dua taubat Tuhannya, sebelum dan sesudahnya. Karena pertama-tama Tuhan memberinya taubat berupa izin, pertolongan dan ilham, sehingga seorang hamba mau bertaubat.

Selanjutnya Allah memberinya taubat untuk kedua kalinya berupa penerimaan dan pemberian ganjaran. Lebih jelas dapat dilihat surah At-Taubah ayat 118.

Inilah salah satu rahasia nama Allah, Al-Awal wal Akhir. Dialah yang menyiapkan dan memberi bekal. Dari Dialah sebab dan musabab. Hamba rajin bertaubat dan Rabb suka bertaubat.

Taubatnya hamba berarti kembali kepada tuannya setelah melarikan diri darinya. Sedangkan taubat Tuhan ada macam: pemberian izin dan pertolongan dan penerimaan serta pemberian ganjaran.

Taubat memiliki permulaan dan penghabisan. Permulannya adalah kembali kepada Rabb dengan cara meneliti jalan lurus yang diperintahkanNya, sebagaimana yang tertera dalam surah al-An’am ayat 153.

Maka, barang siapa yang kembali kepada Allah di dunia ini dengan bertaubat, ia akan kembali kepada-Nya pada hari Kiamat dengan membawa pahala. “Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqan: 71).

Hancurnya Hati:
Orang yang serius taubat akan merasa kehancuran hati karena taubat. Ya, sudah pasti rasa takut yang luar biasa terhadap ancaman hukuman yang berat membuat hati menjadi pecah dan copot. Inilah yang dimaksud dengan hancur hati.

Dunia ini adalah hakikat taubat. Sebab yang bersangkutan hancur hatinya karena penyesalan yang sangat mendalam atas keteledoran dan ketakutannya yang luar biasa terhadap buruknya akibat yang akan diterimanya.

Barangsiapa yang hatinya tidak hancur di dunia, pasti akan hancur di Akhirat. Yaitu ketika kebenaran terbukti secara nyata di mana ia menyaksikan pahala yang diterima oleh orang-orang yang taat dan hukuman yang diterima oleh orang-orang yang maksiat. Jadi pasti akan ada kehancuran hati; di dunia atau di Akhirat.

Masuk Surga karena Rahmat Allah SWT:

Banyak sebab orang masuk surga. Ada yang dibakar dulu oleh api neraka hingga habis dosa-dosanya, ada yg masuk sorga karena syafaat Nabi SAW, ada pula karena sujud dan kesalihannya sewaktu di dunia. Menurut penceramah Madani TV, proferti sorga itu mahal. Masuk surga bukan karena amal. Karena amal hamba jauh dari properti surga. “Tapi orang masuk surga karena rahmatNya. Sedangkan amal itu menjemput rahmat,” ucap penceramah di Madani TV, Sabtu (20/6/2020).

“Luas surga seluas langit dan bumi,” tambahnya. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here