Beranda Religi Syarat Menuntut Ilmu

Syarat Menuntut Ilmu

97
0

JCS – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memang bukan tiba-tiba jatuh dari langit. Semua usaha dikerahkan, termasuk dan dalam pencarian, penelitian dan sekian banyak percobaan.

Suatu ketika, Imam Syafi’i mengubah syair. Seperti dalam bukunya ini menguraikan sebuah syair tentang para pencari ilmu dan syarat-syarat memperoleh ilmu.

Menurut Imam Syafi’I, tidaklah mungkin ilmu didapat, kecuali dengan enam syarat. Enam syarat itu adalah dzaka, hirs, ishtibar, bulghah, irsyadu ustadzin dan thulu zaman.

Bagaimanapun, kata Imam Syafi’i, seorang pencari ilmu harus memiliki kecerdasan, dzaka. Dzaka adalah syarat yang tak bisa ditawar.

Begitu pula hirsh, seorang pencari ilmu harus pula memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Tanpa semangat, seorang pencari ilmu hanya akan tenggelam dalam cita-cita palsunya saja, tak cukup untuk mendapat ilmu yang sempurna. Para pencari ilmu harus membekali diri mereka dengan ishtibarin, kesabaran yang luas seperti samudera. Karena, semangat tanpa kesabaran hanya akan membuat pencari ilmu mudah terjerembab pada keputusasaan.

Selanjutnya, Imam Syafi’i juga menyaratkan bulghatin, modal atau bekal. Jer besuki mawa bea, begitu orang Jawa bilang. Setiap kesuksesan selalu meminta biaya.

Dan, unsur paling penting dalam syarat Imam Syafi’i adalah irsyadun ustadzin, guru yang membiming.

Ilmu, memang bisa dicari tanpa guru, misalnya lewat internet tapi masalahnya ketika ditanya di Akhirat, siapa gurunya dan ilmu itu bisa dipertanggungjawabkan?

Ya, ilmu mungkin saja didapat tanpa ustadz. Tapi guru dan pembimbing, tak akan pernah bisa terisingkir. Sebab, ilmu bukan hanya soal matematika, tapi juga soal transfer akhklak, moral dan akidah.

Dan terakhir, kata Imam Syafi’i, dalam ilmu pengetahuan, tak satu hal pun bersifat instan. Tak selalu membutuhkan thulu zaman, perjalanan waktu. Tak ada ilmu untuk orang-orang yang berpikir instan dan menghendaki hasil seperti mata yang dikedipkan. Tak ada ruang untuk orang-orang selalu ingin hasil secepat kilat.

Cukuplah enam syarat seperti yang dicatat oleh Imam Syafi’i. Janganlah berkurang, meski satu saja darinya. Sebab, semuanya mempunyai kaitan yang sangat erat.
Dan akhir dari semua usaha, tentu dengan tengadah tangan dan berlapang dada, memanjat doa. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla, dengan ilmu yang kita dapat, memberikan kesempatan seluas-luasnya, sehingga kita bermanfaat bagi umat. Dan memetik kemenangan, di dunia dan akhirat. Semoga Allah meringankan langkah para pencari ilmu dan meridhainya dengan cahaya di jalan yang benderang. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here