Beranda Cianjur Selatan Semangat Guru Dodi Riana dalam Membimbing Siswa di Rumah

Semangat Guru Dodi Riana dalam Membimbing Siswa di Rumah

62
0

JCS – Virus corona membuat semua tatanan kehidupan nyaris lumpuh. Tak terkecuali bidang pendidikan yang semakin hari semakin memprihatin. Bangunan-bangunan sekolah dirajam sepi, guru-guru tidak leluasa menyampaikan ilmunya, para siswa pun lebih memilih diam di rumah, atau sekali-kali bermain ke luar. Situasi dan kindisi ini berlangsung sejak wabah mengguncang dunia.

Di Cianjur selatan, misalnya, para siswa banyak santai di rumah.

Ditambah keterbatasan sarana dan prasarana.

Jika terus menerus kondisi begini, semangat belajar siswa akan semakin menurun, bahkan menjadi kebiasaan malas belajar.

Bayangkan, ketika siswa ujian sekolah secara daring, namun terkendala oleh akses internet.

Kondisi tersebut tidak membuat guru Dodi patah arang dalam membimbing siswa di rumah siswa. Meski tidak semua siswa didatangi guru Dodi, namun hikmah dari libur ini membuahkan inspirasi bagi guru honorer, Dodi Riana yang bertugas mengajar di SDN Jaya Mekar, Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur.

Semangat mengajar tak padam oleh keterbatasan tersebut. Ujian dialami siswa saat diam di rumah, bagi guru Dodi justru semakin semangat membimbing mereka. Dodi merasa tanggungjawab dan cinta profesi.

Meskipun sarana dan prasarana belajar mengajar tidak mendukung, seperti (misalnya) jaringan internet tidak lancar, tapi guru Dodi punya cara lain dalam melaksanakan belajar siswa selama di rumah dan saat PSBB lanjutan hingga 31 Juli 2020 tersebut.

Dodi, coba turun langsung ke rumah-rumah siswa untuk memberikan pengawasan terhadap siswa yang menjalani belajar mengajar di rumah.

Dodi Riana mengaku tidak sendiri mendatangi rumah-rumah siswa, tapi ia melaksanakan kewajiban tersebut dengan guru lainnya, sebagai bentuk belajar terutama saat memasuki ujian pada Senin lalu.

“Karena sebagian besar siswa kami tidak memiliki ponsel pintar, layaknya siswa di perkotaan,” tutur Dodi, Selasa (9/6/2020).

Memang sejak pemberlakuan sekolah di rumah, ungkap Dodi, dirinya tidak berhenti mengajar tapi coba jemput bola dengan mendatangi rumah siswa yang jaraknya saling berjauhan.

Seperti dilansir dari Antara, Dodi bersama seorang guru honorer lainnya mampu mendampingi enam sampai 10 siswa yang menajalankan ujian secara manual. “Manual karena keterbatasan ponsel pintar,” imbuhnya.

“Kami tetap memberikan pengawasan terhadap siswa yang menjalani proses belajar mengajar di rumah,” tambah dia. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here