Beranda Cianjur Selatan Sawah yang sudah Ditandur Seminggu mulai ‘Kaholodoan’

Sawah yang sudah Ditandur Seminggu mulai ‘Kaholodoan’

58
0

JCS – Saat musim hujan semestinya air berlimpah dan mudah didapat. Namun petani di Cianjur selatan malah kesulitan air untuk mengairi lahan sawahnya.

Sudah memasuki musim tanam dan mulai tandur, tetapi petani harus menyedot air menggunakan alkon dari aliran sungai terdekat untuk mengairi sawahnya.

Beruntung bagi petani yang punya mesin penarik air, asal selangnya bagus, punya uang buat beli bensin bisa lancar -sawahnya teraliri air. Sebaliknya, bagi petani yang tidak memiliki alkon, apalagi tidak ada ongkos mengalkon air mungkin bisa pasrah pada keadaan kemarau yang sudah melanda kurang lebih seminggu ini. Cara demikian karena sumber air utama seperti para petani Cikananga Desa Sindangsari, di kampung Padangsari Desa Karyamukti Kecamatan Leles, yaitu mengandalkan hujan turun (sawah tadah hujan, red). Di sini tidak ada aliran sekunder, sehingga sawah-wasah yang sudah ditanam padi dengan cara ditandur mulai mengering.

Salah satu petani Cikananga, Otang (59) mengatakan, sudah sepekan petani wilayah Cikananga permai kesulitan air. Kondisi ini dirasakan para petani, misalnya petani yang sudah tandur pun harus menggunakan jasa alkon atau pompanisasi agar sawah di sini tetap mendapatkan pasokan air.

“Sahenteu na kedah ngaluarkeun artos kanggo sewa alkon, margi tos seueur petani anu tandur, usaina sekitar 14 dinten. Aya oge anu anu neme tandur, teras mun teu aya cai bisa-bisa mati jeung teu bisa ngawitan masa tanam,” ujarnya, Minggu (19/1/2020).

Nampaknya memang bahwa cuaca di Cianjur selatan saat ini cukup panas dan hujan juga turun sekitar pada minggu lalu, dan sampai sekarang cuaca panas lagi.

Sejumlah petani berharap perhatian pihak terkait, misalnya ada koordinasi antara penyuluh pertanian atau BPP, dinas pengairan atau siapa saja yang peduli untuk mencari solusi agar sawah-sawah petani yang sudah ditanam benih padi (ditandur) mendapatkan pasokan air. “Wah dipasihan halodo saminggu deui mah jiga na repot. Urang kompak ngadoa ka Alloh Subhanahu Wata’ala nyuhunkeun dilungsurkeun rezeki ti langit, insyaAlloh bakal turun hujan. Pokona ihtiar sareng ngado’a wajib dilakukeun, sateras na urang sami-sami tawakal,” timpal Aki Nurdin. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here