Beranda Editorial Saat Pandemi Tetap Optimis

Saat Pandemi Tetap Optimis

76
0

JCS – Kalau kita membaca berita-berita aktual di media massa tentang Covid-19 dan masalah ekonomi memang semakin mencemaskan. Sebab, efek musibah wabah ini sangat luar biasa membuat agenda-agenda kita berubah, belum lagi masyarakat Indonesia dihadapkan fakta bahwa ekonomi dunia mengalami penurunan. Hal demikian bisa terjadi akibat pandemi Covid-19 yang melanda di awal Maret tahun 2020.
Bayangkan, untuk menghindari penularan virus yang berpotensi mematikan ini banyak negara melakukan lockdown dari berbagai aktivitas. Lain lagi dengan Selandia Baru yang sudah merayakan bebas dari Covid-19, karena menerapkan protokol kesehatan ketat di sana.

Belakangan ini, bahkan sampai sekarang di Indonesia (di sebagian daerah) seperti di Jakarta tengah menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dalam masa seperti itu, semua langkah diambil secara darurat. Berbagai fasilitas umum dan perkantoran fasilitas umum dan perkantoran tutup atau ditutup sementara.

Seperti yang terbaru di Cianjur, yakni dialami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinasi Jawa Barat untuk Kantor Cabang Dinas (KCD) VI Cianjur ditutup, hal ini menyusul adanya satu orang pegawai di kantor ini diduga positif Covid-19.

Melihat kondisi demikian (menghadapi) pandemi Covid-19 seperti peperangan. Ada yang yang gugur, ada yang tiarap, ada yang diam di rumah aja.

Namun peperangan secara nyata disebut lebih jelas, musuhnya nyata, siapa yang kalah dan menang nyata, serta ukurannya jelas.

Menurut saya, perang melawan pandemi Covid-19, semuanya tidak jelas. Yang pasti rentan percekcokan antara aparat dengan masyarakat yang mau keluar rumah karena pelanggaran protokol kesehatan.

Menghadapi kondisi yang demikian, kita berharap pemerintah dan jajaran menteri harus bekerja dan menyerap anggaran yang ada. Tujuannya agar menaikkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketika pidato kenegaraan nanti, pada tanggal 14 Agustus 2020, kita berharap agar pidato Presiden RI Joko Widodo mengajak masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Dalam pidato kenegaraan secara vertual serta akan didengarkan masyarakat melalui televisi, agar presiden mengajak masyarakat tak usah panik. Paling penting, hak-hak masyarakat terjaga. Kebutuhan dasar kebutuhan keseharian masyarakat harus terpenuhi. Kita berharap, jangan sampai ada rakyat lapar gara-gara wabah Corona.

Meski demikian, kita atau para pembaca harus tetap semangat, meski kenyataannya berat. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here