Beranda Berita Saat Pandemi, Perusahaan BUMN harus Menjadi Pelopor New Normal

Saat Pandemi, Perusahaan BUMN harus Menjadi Pelopor New Normal

38
0

JCS – Dalam penerapan hidup new normal memerlukan kepastian program dan tidak boleh berhenti terlalu lama saat pandemi Corona ini. Sebab, dampak tersebut akan berisiko terhadap ekonomi masyarakat, menambah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan mengarah ke kondisi resesi.

Terkait hal tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengapresiasi persiapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam menghadapi the news normal (kondisi normal baru).

Dalam persiapan tersebut, perusahaan pelat merah didorong untuk menjadi pelopor untuk menghadapi kondisi tersebut.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming mengaku siap menyambut baik keputusan program Menteri BUMN ini, dalam rangka menggerakkan hidup normal baru (new normal). “Namun tetap disiplin aturan Covid-19,” ujarmya di kantornya di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Adanya perubahan pada perilaku masyarakat, diharapkan BUMN bisa menjadi lokomotif untuk mengajak masyarakat bersama-sama menuju new normal. Walaupun sebagian masyarakat masih belum mematuhi protokol kesehatan.

Dia berharap, perilaku masyarakat harus memulai dari sekarang dengan lebih disiplin terhadap protokol kesehatan di masa Covid-19.

Karena saat ini, kata dia, posisi masyarakat tengah berada di pertengahan antara zona berbahaya dengan fase news normal. “Oleh sebab itu, untuk mendorong masyarakat menuju era fase new normal, para pengusaha BUMN diharapkan bisa jadi pelopor kesehatan,” harapnya.

Diterapkanya menuju era fase new normal bisa masuk ke zona di mana harapan hidup manusia lebih tinggi daripada sebelumnya. Hal ini juga tidak hanya di lingkungan BUMN, namun juga hubungan dengan rantai pasokan perusahaan.

Ia mengusulkan kepada kementerian untuk memerintahkan masing-masing perusahaan untuk membuat gugus tugas ekonomi penanganan Covid-19 dengan fokus perhatian untuk mengantisipasi sekenario news normal.
“Jadi setiap BUMN diminta untuk menyusun protokol penanganan Covid-19,” pintanya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here