Beranda Religi Saat Pandemi harus Terbebas dari Rasa Lapar dan Ketakutan

Saat Pandemi harus Terbebas dari Rasa Lapar dan Ketakutan

50
0

JCS – Pangkat dan harta tak selamanya berbanding lurus dengan kualitas kehidupan. Kadang, seringkali pangkat dan hartalah yang menyebabkan hidup tak memiliki kualitas yang didambakan. Namun, seringkali juga banyak manusia yang tertipu oleh kilasan-kilasan penampilan. Banyak manusia yang terlena oleh bayang-bayang semu kemegahan. Lalu menyebut hidup mereka telah pada puncaknya.

Secara fisik, dalam firman-Nya mengabarkan, manusia yang meraih kualitas hidup adalah manusia yang terbebas minal juu’ dari rasa lapar dan khauf, dari ketakutan.
Dan secara batiniah, manusia yang berkualitas hidupnya adalah manusia yang selalu merasa dikelilingi oleh nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam setiap proses penghambaan yang ia lakukan. Dan apa yang tidak dalam proses penghambaan, jika hidup dan mati, ruku dan sujud, desah nafas dan desir hati hanya untuk Allah semata.

Dalam sebuah catatan hariannya, Imam Hasan al-Banna pernah mengingatkan kita tentang anugerah terbaik, pernyataan dan pertanyaan. “Allah menciptakan dan menganugerahkan yang terbaik untukmu. Mempersiapkan yang terbaik untukmu. Memberimu penglihatan dan pendengaran, akal dan pikiran, juga membentangkan dua jalan. Menunjukkan dua cara hidup padamu, memudahkan jalan untukmu. Dengan izinNya kamu bisa menyelam di dalam air, terbang di udara, berpacu dengan kecepatan aliran listrik, juga mengungkap rahasia atom. Bahkan dengan akalnya, manusia mampu menembus langit dan bumi. Adakah nikmat yang lebih mulia dari ini, lebih agung dari ini?”

Dengan demikian, semoga kita dan saudara-saudara kita terbebas dari rasa lapar dan ketakutan. Tidak saja membebaskan orang lain dari dua rasa yang mencekam kehidupan dalam situasi pandemi Covid-19 ini. Sudah kita mensyukuri nikmat yang seolah mengapung seluruh kehidupan manusia. Bersyukur dengan laku dan perbuatan. Memanfaatkan tangan dan kaki, mata dan telinga, hati dan akal kita seperti menjemput rezeki Allah dengan cara yang baik lagi halal. Dengan cara memuliakan hidup kita dan juga hidup manusia lain. Berikan sebanyak mungkin manfaat untuk orang lain. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here