Beranda ekonomi dan teknologi Ridwan Kamil Bahas Kepastian LRT Bandung Raya

Ridwan Kamil Bahas Kepastian LRT Bandung Raya

93
0
Ridwan Kamil

JCS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap program infrastruktur atau proyek Light Raill Transit (LRT) Bandung Raya berjalan mulus. Maka Gubernur pun merancang skenario pembiayaan proyek tersebut yang tujuannya untuk memastikan kesiapan LRT terkoneksi dengan proyek kereta cepat.

Pembahasan itu mengemuka ketika Ridwan menggelar rapat pimpinan membahas LRT Bandung Raya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (4/2/2019).

Hal ini, menurut Ridwan, merupakan wacana Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). “Jadi, ada penyertaan modal dari APBN itu yang saya titipkan ke Pak Sekda, untuk memastikan skenario ini ada. Jangan sampai nanti kereta api cepatnya beres koneksinya tidak ada,” ujarnya Ridwan Kamil.

Emil, sapaan akrabnya mengatakan, proyek LRT direncanakan akan melintas di sejumlah titik di Kota Bandung. LRT sebagai koneksi dari kereta cepat ke Kota Bandung melewati Stadion GBLA, melewati masjid Raya, juga ke Kota Bandung.

“Koneksinya dari Tegaluar sampai Leuwipanjang, yang penting orang datang ke sana bisa konek ke kereta cepat,” tutur dia.

Sementara, pembangunan fisik proyek kereta cepat baru mencapai lima persen. Namun, proses pembebasan lahan sudah mencapai 85 persen.

“Pertama, kereta cepat ini pembebasan lahannya sudah 85 persen. Kalau fisik baru lima persen. Tapi, target 2021 sudah bisa beroperasi,” ungkap dia.

Sementara itu menurut Sekda Jabar Iwa Karniwa, saat ini pihaknya tengah menunggu surat dari Kementrian Perhubungan terkait hasil studi pendahuluan.

“Disimpulkan bahwa pihak Kementrian Perhubungan dalam dua hari ke depan akan kirimkan surat ke gubernur Jabar, hasil dari penyusunan studi pendahuluan dan dokumen outline bussiness case (OBC) semacam dokumen pra FS,” ucap Iwa.

Setelah itu, Pemprov Jabar akan mengirim surat usulan ke Bappenas soal perencanaan LRT atau Monorel Badung Raya, agar masuk dalam public private partnership (PPP) book Bappenas.

“Dalam hal yang sama dokumen OBC dan studi pendahuluan, akan dikomunikasikan ke Kemenkeu terkait beberapa kajian seperti demand, kemampuan fiskal daerah, dan kajian skema investasi. Secara simultan juga akan dilakukan pembahasan LRT di kantor bersama KPBU Jakarta,” paparnya.

Jika rencana KPBU tak bisa terealisasi, sambung Iwa, PT PSBI mengusulkan proyek LRT menggunakan rel eksisting milik PT KAI di wilayah Cimekar, Tegaluar.

Iwa menyebut kalau untuk Plan B, KPBU waktunya tidak pas, maka PT PSBI akan mengusulkan memasukan rel eksisting PT KAI.

“Cuma tujuan kita KPBU ini bisa selesai tepat waktu. Tapi, kalau enggak tepat waktu, ada plan B di mana menggunakan rel eksisting untuk konektivitasnya,” terang Iwa. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here