Beranda Pendidikan Rencana Masuk Sekolah Tatap Muka Januari 2021

Rencana Masuk Sekolah Tatap Muka Januari 2021

17
0

JCS – Meskipun pembukaan sekolah tatap muka di zona hijau dan kuning dilakukan dengan sejumlah syarat, seperti harus mendapat izin pemerintah daerah hingga orang tua, kebijakan ini tetap menyisakan kekhawatiran.

Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akhirnya mengizinkan pemerintah daerah untuk membuka sekolah atau kegiatan belajar tatap muka di seluruh zona risiko Covid-19 mulai Januari 2021.

Berikut penjelasan Mendikbud!

Perbedaan besar di SKB sebelumnya, peta zonasi risiko tidak lagi menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka. Tapi Pemda menentukan, sehingga bisa memilih daerah-daerah dengan cara yang lebih detail.

“Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun ajaran 2020/2021. Januari 2021, daerah dan sekolah sampai sekarang kalau siap tatap muka atau ingin tatap muka, segera tingkatkan kesiapan untuk laksanakan ini,” ungkap Nadiem dalam konferensi pers daring dikutip JCS dari akun Youtube Kemendikbud RI, Sabtu (21/11/2020).

Nadiem mengatakan keputusan pembukaan sekolah akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah (kanwil), dan orang tua melalui komite sekolah.

Ia pun menegaskan, orang tua masing-masing siswa dibebaskan untuk menentukan apakah anaknya diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak. Sekalipun, sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, bukan diwajibkan,” terang dia.

Pada Agustus 2020, Nadiem terlebih dulu mengizinkan sekolah di zona kuning dan hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Kemendikbud mencatat, setidaknya 43 persen siswa yang berada di area tersebut.

Kala itu, keputusan membuka sekolah meskipun di tengah wabah dilakukan Nadiem karena PJJ di sejumlah daerah dianggap tidak berjalan optimal.

Selain itu, muncul kekhawatiran dampak buruk akibat PJJ dalam jangka panjang. Menurut Nadiem, 88 persen sekolah di daerah tertinggal, terluar dan, terdepan berstatus zona hijau dan kuning.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan masih banyak sekolah yang belum siap secara protokol kesehatan dalam penerapan kembali pembelajaran tatap muka.

Sementara Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengkritik penggunaan zonasi sebagai tolak ukur pembukaan sekolah. Sebab menurut pantauan organisasi profesi ini, banyak pula sekolah yang melanggar ketentuan pembukaan sekolah akan tetapi yang melanggar tidak diberikan sanksi. (Sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here