Beranda Cianjur Selatan Rame, Korsel Pasir Bayur Agrabinta Diserbu Pengunjung

Rame, Korsel Pasir Bayur Agrabinta Diserbu Pengunjung

90
0

JCS – Beragam permainan, kuliner dan jualan pakaian dijajakan di korsel Agrabinta setiap malam. Paling ramai pengunjung pada malam Minggu.
Warga tumplek ke korsel Pasir Bayur, seperti terlihat pada Sabtu (22/8/2020) malam. Maklum lokasi korsel strategis, dekat lintasan jalan hotmix selatan.

Malam itu, tampak pengunjung di area korsel, banyak kendaraan roda dua, mobil dan warga di tepi jalan Jabar selatan tersebut.
Pengunjung ada yang datang dari wilayah Leles, Sindangbarang, Bojongterong, Cibadak dan pelosok desa lainnya. Hujan gerimis pun tak mengurungkan hiburan niat mereka, baik kaula muda, tua maupun anak-anak serta rombongan di korsel Pasir Bayur.

Mereka, ingin hiburan sambil belanja malam seiring efek cengkeraman Covid-19. Pengunjung pergi ke pasar malam Pasir Bayur, lantaran banyak anek kuliner, pakaian, sarana permaianan anak dan jajanan khas sunda.

Di korsel yang sudah satu bulan menghibur warga selatan ini dibuat indah, salah satunya lampu sorot yang melesak ke langit, yang sinarnya berputar-putar hingga terlihat oleh warga dari kejauhan.

Lampu tembak bak leaser ini setidaknya membuat warga di perkampungan penasaran ingin mendekat, apalagi yang belum pernah ke lokasi korsel tersebut.

Dede (20) warga Cikakap mengaku bermain ke korsel Pasir Bayur sudah dua kali, setiap malam Minggu. “Kalau malam-malam biasa kurang rame, tapi paling banyak orang pada malam Minggu,” kata Dede, Sabtu (22/8/2020) malam.

Datang ke stand-stand korsel, lanjut Dede, kadang belanja pakaian dan martabak atau jajan baos dan mie ayam.

Menurut Dede, tak selalu menjadi konsumen ketika berkunjung ke korsel ini. “Untuk malam ini sebetulnya aku nganter teman, hanya sekedar nongkrong saja,” imbuhnya.
Juga diutarakan Siti (18), yang bersama rekannya coba masuk korsel Pasir Bayur. Perempuan warga Bojongterong ini mengaku sudah tiga kali refreshing ke korsel Pasir Bayur. “Aku tak berani pergi malam sendirian, apalagi ke tenpat kerumunan orang begini. Aku bersama kaka ipar, Asep dan bibi naik motor,” ujarnya.

Siti hanya sekedar masuk korsel dan belanja kebutuhan untuk dirinya, karena pasar malam seperti ini jarang diadakan. “Kesempatan ini aja aku datang ke korsel, walau cuma beli sesuatu sama saudara aku, semua harga pakaian, kuliner dan permainan yang ditawarkan standar, tidak begitu mahal,” tuturnya. (ziz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here