Beranda Cianjur Selatan Purwadaksi Kec Agrabinta-Leles & Rencana Pembangunan Polsek Baru

Purwadaksi Kec Agrabinta-Leles & Rencana Pembangunan Polsek Baru

84
0

JCS – Teringat almarhum Dedi Purwadji yang kala itu dipercaya sebagai Camat Agrabinta! Jasa perjuangan camat Dedi Purwadji di Agrabinta (saat ini kantor Kecamatan Leles), salah satunya mess Kecamatan Leles yang berfungsi untuk istirahat alias tempat tidur para pegawai kecamatan yang berasal dari luar Agrabinta.

Penulis cukup akrab dengan almarhum Dedi. Teringat ketika memerlukan bahan bangunan seperti kayu dan semen untuk tiga ruangan mes tersebut, Dedi tak mau membebankan kepada masyarakat, tapi ia memohon bantuan atau partisipasi dari jajaran muspika Agrabinta dan rekanan proyek yang mendapat pekerjaan di wilayah Agrabinta-Leles kala itu.

Seiring waktu dan tugas almarhum Dedi sebagai Camat Agrabinta, ia mendapat peluang untuk mengajukan pemekaran. Ya, Kecamatan Agrabinta memiliki 32 desa untuk pekar (berpisah) dengan Leles (kecamatan anyar) kala itu.

Sekitar 20 tahun sampai tahun 2020 di dua kecamatan ini, dipimpin satu camat, Rustandi.

Pusat pelayanan dua kecamatan ini memiliki kantor Pusbindik, KUA, MUI, kantor perwakilan Danramil Agrabinta di Batukasur Desa Mandalawangi, Leles.

Namun untuk kantor pelayanan masyarakat bidang hukum (Polsek Leles) sampai ini belum ada. Artinya, Kecamatan Leles masih termasuk wilayah hukum Polsek Agrabinta yang berkantor di Pasir Waringin Agrabinta.

Atas kondisi tersebut, Kecamatan Leles yang sudah memiliki bangunan baru, selayaknya punya kantor Polsek Leles, agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.

Pertengahan Mei bersejarah:
Pada pertengahan bulan Mei 2020 boleh dikata bulan penuh sejarah bagi Kecamatan Leles. Pasalnya, ada salah seorang putra daerah asli warga Sukasirna yang menunjukkan kepeduliannya terhadap Kecamatan Leles. Dia adalah H Toto Iskandar (46)

Pria ini sedang memperjuangkan untuk berdirinya Polsek Leles sebagai pelayanan, pelindung, pemayom masyarakat. Dengan itu, jasa tersier seperti bank dan pos giro akan mengikuti lantaran ada keamanan. Harapan masyarakat jalan bagus pun menurut Toto, harus tereasliasi, sehingga akan sinergi antara pelayanan hukum, infrastruktur dan perekonomian masyarakat.

Toto mencoba melangkah, salah satunya mempersiapkan tanah yang cukup luas dan strategis demi kemajuan Leles.

Laokasi untuk kantor pelayanan hukum tersebut cukup strategis, terletak di pinggir jalan, yang lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Desa Sukasirna.

Tapi, alur perjalan untuk sebuah Polsek Leles tidak mudah begitu saja, ada syarat yang harus ditempuh.

Meskipun Kapolres Cianjur sudah menyambut baik. Plt. Bupati Cianjur pun menyatakan siap mempermudah di hadapan Kapolda Jabar dalam sebuah pertemuan beberapa hari lalu. Kata Plt Bupati Cianjur akan menyiapkan anggaran APBD Rp 5 miliar untuk berdirinya Polsek Leles.

Senada juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Cianjur dari Partai Golkar, Deden Nasihin (Denas)

Berangkat ide H Toto yang kemudian nyambung dengan Kapolres Cianjur AKBP Andi Juang Priyanto, Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman, Kapolda Jabar dan DPRD Cianjur, walhasil dalam waktu cukup singkat ada tindak lanjut.

Wacana tersebut sebagaimana dimuat JCS beberapa hari lalu, akhirnya mengerucut untuk berdirinya Polsek Leles.

Sabtu (16/5/2020) siang WIB, diadakan musyawarah di kantor Desa Sukasirna, antara lain H Toto Iskandar, Kapolres Cianjur yang diwakili Kabag Perencanaan Polres Cianjur Kompol Iwan, Wakil Ketua DPRD Deden Nasihin (Denas), Kapolsek Agrabinta AKP Ipid Saputra, Camat Leles, Danramil Agrabinta, Konsultan pembangunan, Tokoh Masyarakat, Pemuda, MUI, hadir pula para insan pers.

Semua tamu disambut oleh Kepala Desa Sukasirna Habib Latif (anggota Intel TNI yang terpilih jadi kades 2019, red), serta jajaran aparatur desa.

Musyawarah atau rapat dimulai pukul 13.00 WIB berlangsung hangat di tengah pandemi Covid-19. Semua yang hadir tampak menggunakan masker. Kesimpulan musyawarah, semua sepakat, di Leles harus ada kantor polsek, namun butuh proses dan waktu.

Pukul 14.15 WIB, dilanjutkan peninjauan lokasi (tanah) seluas dua ribu meter persegi yang letaknya tak jauh dari Lapang Sepak Bola Ciderema Sukasirna.

Di lokasi peninjauan, Kepala Desa Sukasirna Habib Latif mengatakan, pelayanan keamanan merupakan kebutuhan dasar bagi warga. Kerena itu, warga berharap pembangunan Polsek Leles lekas dimulai karena kaitannya dengan bidang keamanan dan ekonomi yang harus diantisipasi.

“Maka kami berusaha kepada relawan dan dermawan agar ada tanah yang dihibahkan kepada kepolisian,” kata Habib Latif.

Ia pun bersyukur ada warga yang berkenan menghibahkan tanahnya untuk dibangun polsek.
“Kami harap prosesnya lancar,” harap Habib.

Wakil Ketua DPDR Cianjur, Deden Nasihin mengatakan, pihaknya akan menginventarisasi apa saja kebutuhan warga. Termasuk jalan protokol Batukasur-Leles yang sudah dianggaran, tinggal pihak pengembang mengerjakan, hanya untuk saat ini terhalang fenomena wabah Covid-19.

Denas (sapaan Deden Nasihin), putra Cijati-Kadupandak ini, mengaku dirinya berasal dari pemilihan selatan. Ini, lanjut Denas, menjadi kata penyambung lidah warga, dan langsung koordinasi dengan Plt. Bupati Cianjur. “Ini respons sudah bagus. Kaitan dengan kebijakan anggaran, saya sudah koordinasi dengan Plt. Bupati Cianjur dan akan ada hibah anggaran untuk hibah Polsek Leles,” ujarnya.

Mewakili Kapolres Cianjur, Kompol Iwan menjelaskan, tanah yang dihibahkan H Toto sudah cukup memadai.
“Kami sangat apresiasi dengan adanya aspirasi warga, semoga perjuangan segera terlaksana,” ucap pria yang pernah jadi Kapolsek Cibinong 8 tahun itu.

“Luas tanah cukup memadai untuk kantor Polsek Leles dan untuk asrama dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Sementara H Toto Iskandar kepada JCS mengaku lahir di sini (Sukasirna) dan lama merantau di kota. “Ini seperti panggilan jiwa, kebetulan saya aktif di organisasi Nahdatul Ulama dan pengurus Golkar,” tutur Toto yang juga pemilik Yayasan Pelita Al-Kubro berkantor di Pasir Sembung Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Cianjur.

“Awalnya sederhana, karena sering pulang dan melihat kondisi kampung. Lalu muncul keprihatian saya, tapi begitu ingin ada bank untuk menghidupkan perekonomian harus ada polsek dulu,” katanya, menambahkan.

Tokoh di sana, H Royani (49) berharap dengan pembangunan polsek maka program pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakuk karimah.
“Untuk mencapai masyarakat berakhlakul karimah butuh modal kesejahteraan keamanan, di situ kami sebgai tokoh agama sangat mengharapkan adanya polsek,” katanya.

Camat Leles, melalui Kasi Kesra, Suhanda, mengatakan fenomena saat ini sangat banyak, terutama guru untuk pencairan BOS harus ke Tanggeung atau Agrabinta. “Kalau sudah komplit ada perbankan, kita tak usah pergia luar kecamatan,” pungkasnya.(tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here