Beranda Pendidikan Program Ajengan Masuk Sekolah Menyesuaikan Keadaan

Program Ajengan Masuk Sekolah Menyesuaikan Keadaan

19
0

JCS – Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) akan terus dilanjutkan, apalagi program ini telah diluncurkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum pada Februari 2020.

Menurut Kang Uu, program AMS bertujuan membentuk karakter generasi muda dan mempersiapkan generasi yang keimanan dan ketakwaannya hebat.

Selain implementasi Jabar Juara Lahir Batin, AMS juga  merupakan bagian pendidikan nasional penguatan pendidikan karakter melalui pengajaran agama Islam bagi peserta didik.

Panglima Santri berharap, para ajengan mampu menerangkan pengetahuan agama dengan tidak tendensius dan bebas anasir politik.

’’Rujukan utama para ajengan yakni kitab kuning diupayakan mudah dimengerti para pelajar tingkat SMA/ SMK sederajat yang tidak punya pengalaman bejalar di pesantren,’’ tutur Wakil Gubernur itu saat membuka kegiatan sosialisasi Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (8/11/20).

“Kitab yang akan diberikan (materinya) kepada siswa sesuai kesepakatan para kiai, tentu materi yang diberikan kepada siswa tidak mengundang perselisihan,” tambahnya.

Kang Uu berharap program AMS mendapat dukungan orang tua siswa sehingga pembentukan karakter tidak hanya secara tekstual di sekolah, tetapi juga secara kontekstual di lingkungan sekitarnya.

Pemda Provinsi Jawa Barat secara resmi meluncurkan program Ajengan Masuk Desa pada sebelum pandemi Covid -19. Tidak kurang 300 ulama telah direkrut untuk mengajar agama di SMA/SMK se- Jabar.

“Saat pandemi, AMS tetap berjalan dengan menyesuaikan keadaan,” ujarnya. (Sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here