Beranda Cianjur Selatan Plt. Bupati Cianjur Menegur Pelaku Pembuang Sampah ke Sungai

Plt. Bupati Cianjur Menegur Pelaku Pembuang Sampah ke Sungai

17
0

JCS – Belum lama ini warga Kadupandak geram. Pasalnya, ada orang yang membuang sampah semabarang ke sungai. Pelaku membuang sampah ini diduga dua orang yang juga petugas kebersihan desa setempat. Warga pun khawatir jika kebiasaan melemparkan sampah ke sungai membuat sungai tercemar.

Informasi dihimpun JCS menyebutkan dari kasus ini (masalah buang sampah ke sungai), kini melebar sampai ke Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman. Meski akhirnya ada hikmah bagi masyarakat, agar mencintai alam dan lingkungannya.

Masalah sampah di Kaduandak, itu diangkut oleh oknum petugas kebersihan desa dengan menggunakan sepeda motor roda tiga, lalu dibuang ke aliran sungai.

Warga di sana geram dengan aksi tak terpuji yang diduga petugas kebersihan. Sebab, jika kebiasaan buang sampai ke sungai cemas berdampak buruk terhadap alam.

Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman mendengar kabar tersebut langsung menugaskan bawahannya untuk mencari dua orang atau pelaku yang diduga membuang sampah sembarangan. Herman akan menindak tegas pelaku pembuang sampah.

“Saya sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Kadupandak untuk mencari tahu, siapa orang tersebut yang membuang sampah dari cator (sepeda motor roda tiga) itu,” tegas Herman saat dihubungi, Selasa (7/7/2020).

Perbuatan demikian, kata Herman tidak mencontoh masyarakat karena sampah berasal dari warga seharusnya dibuang pada tempatnya.

“Membuang sampah asal-asalan ini tidak menjaga kelestarian alam dan membuat aliran sungai tercemar,” ucapnya.

Herman mengaku kesal atas kelakuan petugas kebersihan ini dan tidak patut dicontoh oleh masyarakat. “Seharusnya kita menjaga alam, bukan mencemari alam,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyanto menyebut pelaku pembuang sampah di Kadupandak diduga dilakukan oleh dua petugas kebersihan atau petugas dari desa. Kata dia, karena motor berbak terbuka itu kemungkinan bantuan pemerintah pusat, melalui aspirasi anggota DPR RI yang diberikan lagsung. “Motor hijau itu memang untuk penanganan sampah,” ujarnya.

Tahun lalu, sambung Sugeng, ada bantuan motor ke desa-desa melalui aspirasi dewan, warnanya hijau, untuk penanganan sampah di desa,” terang dia.

Dinas Lingkungan Hidup akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk memastikan dua oknum dan cator tersebut.
“Kami lekas koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Kadupandak untuk mengklirkan masalah ini,” pungkasnya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here