Beranda Cianjur Selatan Penyaluran Bansos Jabar Tahap II di Cisel Libatkan PT Pos, Dipantau KPK,...

Penyaluran Bansos Jabar Tahap II di Cisel Libatkan PT Pos, Dipantau KPK, BPKP dan Ombudsman

43
0

JCS – Program Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di masa pandemi, salah satunya Bantuan Sosial (Bansos). Untuk Bansos tahap II, kini mulai di salurkan kepada warga seperti di Kecamatan Leles Cianjur.

Untuk diketahui, Bansos Provinsi Jabar itu senilai Rp 500 ribu merupakan salah satu dari delapan pintu bantuan warga terdampak pandemi.

Selain bansos provinsi, ada Kartu PKH, Kartu Sembako, bansos preseiden untuk pemantau di Jabodetabek, Dana Desa, Kartu Prakerja, bantuan tunai Kementerian Sosial dan bansos kabupaten/kota.
Bagi warga yang belum terdaftar dan merasa berhak, bisa datang ke RW dan mengusulkan lewat Sapa Warga untuk tahap III. RW akan mengecek, benar-benar layak atau tidak.

Paket sembako diturunkan dari truk:
Pada Minggu (19/7/2020) pagi, depan Gor PGRI Desa Sindangsari Kdecamatan Leles tampak truk-truk parkir, membawa dus-dus berisi sembako. Tampak beberapa pegawai PT. Pos Indonesia Cabang Cianjur, aparat, para kades atau perwakilan aparatur desa yang menjemput sembako dan uang tunai Rp 150 ribu untuk masing-masing warga penerima.

Pihak desa menjemput bansos tahap II dengan kendaraan atau mobil bak terbuka. Yakni dari Desa Sindangsari, Nagasari, Karyamukti, Pusakasari, Sukajaya, Sukamulya, Purabaya, Sukasirna, Mandalawangi, Walahir, Sirnasari dan Puncakwangi.

Menurut petugas Pos, sebelumnya sembako datang, semua persiapan penyaluran tersebut sudah matang diperhitungkan mengingat medan ke Cianjur selatan cukup merepotkan, terutama bagi pengemudi (sopir) yang baru mengenal jalan selatan.

Selain perwakilan aparatur desa dan para kades, dari pelayan kantor Kecamatan Leles pun ada di lokasi. Kata mereka, penyaluran ini merupakan paket bansos dan uang tunai Rp 150 ribu untuk kurang lebih 1.500 orang penerima di 12 desa se-Kecamatan Leles. Penerima adalah yang terdampak Covid-19.

Tahapan penyaluran bansos tahap II dengan titik distribusi di Gor Parigi Leles. Petugas Pos, Luki, mengatakan, sebelumnya intens dimatangkan dan dituntaskan. Termasuk data penerima bansos yang sudah divalidasi dan dipadankan. Tujuannya supaya tepat sasaran dan berkeadilan serta mudah diambil oleh masing-masing desa untuk warga penerima. “Kami dari PT Pos Indonesia Cabang Cianjur hanya mengantar sembako sampai tempat ini,” ucapnya, Minggu (19/7/2020).

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar, Dodo Suhendar menyatakan, prinsip kehati-hatian diusung pihaknya agar data penerima bansos tahap II lebih akurat.

Koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Ombudsman, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan KPK, juga dilakukan.

KPK mengapresiasi Provinsi Jabar dalam menetapkan data ini karena sangat hati-hati. “Artinya, menghindari penerima ganda, dan yang tidak tepat sasaran. KPK juga berharap kabupaten/kota di Jabar bisa seperti ini dalam sistem penyaringan data,” terang Dodo di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa lalu.

Menurut Dodo, terdapat 27 tahap cleansing data penerima bansos provinsi. Mulai dari sinkronisasi kode kabupaten/kota, memastikan NIK valid, memeriksa pekerjaan, sampai mengecek nama dan alamat penerima bansos.
Banyaknya tahapan cleansing data membuat data penerima bansos semakin akurat.

Pemprov Jabar berkolaborasi dengan BPKP untuk memadankan data penerima bansos, baik data Keluarga Rumah Rumah Tangga Sasaran (KRTS), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun KRTS non DTKS.

Jadi, data penerima bansos tahap II sudah sesuai administrasi, tidak menerima lebih dari satu bantuan, dan KRTS yang sudah menerima tahap I.
“Saat ini, data kami lebih akurat dan kami pun lebih yakin karena saat proses pendataan kami berdiskusi dengan Ombudsman, minta review kepada BPKP,” tegasnya.

Ditegaskan Kadinsos Jabar, Dodo Suhendar, bansos tahap II harus samapai, atau sudah tidak ada lagi terlewat. Selain itu, warga Jabar dapat mengecek data penerima bansos lewat aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).

Saat ini, Pikobar sudah memiliki fitur Solidaritas (Sistem Online Data Penerima Bantuan Sosial). Fitur tersebut menyajikan data penerima bansos di Jabar dengan komprehensif.
Data yang disajikan di Solidaritas memuat informasi jenis dan status alokasi bansos yang dilengkapi jumlah total penerima manfaat di masing-masing wilayah. “Untuk mengecek seseorang dapat atau tidaknya, bansos provinsi bisa diakses di Pikobar,” terang Dodo.

Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur, dan Masyarakat, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga Ketua Tim Penyaluran Bansos Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim mengatakan, distribusi bansos tahap II ditargetkan selesai dalam 14 hari. Ia juga memprioritaskan penyaluran di daerah dengan jumlah KRTS yang banyak dan wilayah yang luas. “Penyaluran bansos ditargetkan capai 110.000 paket,” kata Dudi.

Menurut Dudi, pihaknya telah menetapkan jumlah KRTS DTKS dan Non-DTKS. KRTS DTKS tahap II yang berjumlah 232.684 Kepala Keluarga (KK) sedang dalam proses pengalihan ke Kemensos.

Jika pengalihan selesai, KRTS DTKS tajap II akan mendapat bantuan dari Kemensos. Persyaratan ajuan ke Kemensos, kabupaten/kota harus mengisi data kebutuhan mereka. “Kemarin baru lima kab/kota yang mengisi. Jika sudah mengisi, Kemensos siap membantu untuk memenuhi KRTS DTKS,” terang Dudi.

Ada pun KRTS Non-DTKS yang akan mendapatkan banss provinsi sebanyak 1.392.407 KK.

Hasil evaluasi distribusi bansos tahap I, kata Dudi, menjadi pertimbangan gugus tugas provinsi untuk penyaluran tahap II.

Salah satunya mengganti komoditas telur dengan susu dan masker kain. Dengan begitu, distribusi bansos II akan berjalan lebih optimal.
“Kami berharap masyarakat ikut menyukseskan penyaluran bansos tahap II,” harap Dudi.

Hal itu dimisalkan Dudi, dengan melaporkan lewat Pikobar jika ada tetangganya yang layak mendapatkan bansos, tapi belum terdata. “Atau yang tidak layak menerima, tapi menerima,” jelasnya. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here