Beranda Berita Penundaan Belajar Tatap Muka untuk Melindungi Para Pelajar dari Covid-19

Penundaan Belajar Tatap Muka untuk Melindungi Para Pelajar dari Covid-19

27
0

JCS – Rencana masuk sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada hari Selasa 18 Agustus 2020, namun rencana tersebut batal dilaksanakan mengingat Kepala Daerah, dalam hal ini Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman berpikir lebih panjang dan sayang terhadap para siswa dari paparan virus Corona.

Herman Suherman tidak mau ambil risiko jika terjadi penularan virus corona di lingkungan sekolah. Meskipun di Kabupaten Cianjur banyak kecamatan yang zona hijau.

Keputusan ini hasil berbagai pertimbangan Pemkab Cianjur, ini langkah paling tepat dalam situasi saat ini, demi mencegah penularan wabah berbahaya terhadap kesehatan para siswa maupun para pengajar.

Jadi, KBM tatap muka untuk SMA/SMK tidak dilakukan minggu ini, sampai waktu yang tidak bisa dipastikan kapan masuk sekolah. Pertimbangan ini berkaitan dengan munculnya sejumlah kasus positif Covid-19, serta belum ditesnya para guru.

Pertimbangan ini juga setelah staf KCD terindikasi positif usai test antigennya menunjukkan hasil positif.

Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan dari hasil pertimbangan gugus tugas Covid-19 Cianjur, belajar tatap muka belum memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Jika belajar tatap muka dipaksakan takut berisiko bahaya, lebih baik ditunda dulu,” kata Herman, Rabu (19/8/2020).

Tidak dilaksanakan sekolah secara tatap muka menurut Herman, sudah komunikasi dengan gugus tugas Covbid-19 Cianjur dan sampai ke sekolah-sekolah.

“Penundaan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Kami akan mengacu pada laju pertumbuhan kasus dan situasi pandemi,” jelasnya.

Menurut Herman, bila situasi sudah memungkinkan, rencana sekolah tatap muka dibuka kembali. “Kalau sudah aman, baru dibuka lagi sekolah. Meskipun sekarang banyak kecamatan-kecamatan yang zona hijau,” kata Herman.

Selain itu, para guru SMA/SMK juga belum menjalani rapid atau swab test, sehingga sekolah tetap muka belum dipastikan aman.

Rencananya, kata Herman, setelah dapat bantuan alat swab dari Pemprov Jabar, mengenai pelaksanaan KBM tatap muka akan dipertimbangkan kembali.

Dia menegaskan, penundaan KBM tatap muka lantaran pemerintah ingin melindungi para pelajar maupun pengajar dari pandemi Covid-19.

“Kita ini sayang, jangan sampai anak-anak kita terpapar virus Corona. Anak-anak itu berisiko,” tegasnya. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here