Beranda Editorial Pemkab Cianjur Serius Melawan Wabah Corona, Tapi…

Pemkab Cianjur Serius Melawan Wabah Corona, Tapi…

202
0

JCS – Sebelum kasus Covid-19 semakin meningkat dan ditetapkan sebagai pandemi global, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pananganan maksimal.

Pemprov Jabar maupun Pemkab Cianjur pun serius dan total dalam menanggulangi wabah ini.

Walau harus merubah anggaran di berbagai sektor, demi wabah Covid-19 sirna dari jagad raya tatar santri.

Pemkab Cianjur, dan pemerintahan tingkat kecamatan, hingga aparatur desa-desa tengah berjibaku menekan penyebaran virus Corona. Meski tak sebanyak di Jakarta, Kota Bandung dan Kota Sukabumi, namun keresahan akibat Covid-19 juga dirasakan di Cianjur tercinta ini.

Kelelahan menangani sejumlah pasien yang diindikasi covid-19 dirasakan tenaga medis, demi memberikan mereka harapan melalui sebuah penanganan.

Sesuai arahan presiden, gubernur, seluruh faskes dan juga hal yang berkenaan dengan perawatan didukung oleh pemerintah. Tak hanya itu, aneka imbauan dan anjuran juga disosialisaikan seperti oleh polsek-polsek yang berkeliling kampung -menyuarakan imbauan kepada masyarakat agar mereka yang baru datang dari kota besar, untuk segera diperiksa tim kesehatan di posko kesehatan di masing-masing wilayah, demi keselamatan diri, keluarga, tetangga, maupun masyarakat luas.

Petugas kesehatan di puskesmas kerja sama pemerintah desa, turun ke rumah-rumah warga, menyemprotkan bahan cairan yang dianggap mampu membasmi virus Corona maupun bakteri-bakteri, serta kuman-kuman yang potensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, agar seluruh pantauan bisa didapatkan secara faktual dan sesuai dengan yang di lapangan. Meski tak menampik kenyataannya memang sulit dilakukan.

Wabah yang besar pastilah membutuhkan upaya penanganan dan pencegahan yang besar, termasuk anggaran yang besar pula. Bayangkan saja ada berapa ratus penduduk yang mesti diperhatikan.

Sayangnya, anjuran-anjuran dan imbauan pemerintah tak cukup membuat mereka (warga)mengerti. Jika pemerintah tak serius tangani, buat apa sosialisasi yang sangat penting untuk hadapi pandemi ini!?

Tak hanya itu, penjagaan pintu masuk diperketat, jalur Sukabumi, Puncak, dan Bandung diperketat lagi, pensiapsiagaan petugas hingga thermal scaner.

Merelokasi anggaran:
Kabupaten Cianjur mengantasisipasi dan mencegah persebaran itu dengan berbagai cara.
Salah satunya melakukan pergesran anggaran, untuk menangani virus yang berdampak pada kehidupan masyarakat Cianjur.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan, pihaknya akan melakukan pergeseran anggaran yang sesuai dengan arahan dan petunjuk pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar. “Agar anggaran penanganan virus Corona di daerah tidak terbatas,” ungkap Herman Suherman, Jumat (3/4/2020).

Anggaran yang akan direlokasi itu mulai surat perintah perjalanan dinas, pekerjaan-pekerjaan fisik, serta kegiatan-kegiatan lain.
Apalagi saat ini gugus tugas sedang bekerja. Intinya, anggaran yang dimiliki Pemda Cianjur tahun ini akan difokuskan pada penanganan wabah virus Corona. “Mementingkan kemanusiaan,” ujar Herman.

Ia berharap, adanya relokasi anggaran yang masih dihitung tersebut dapat bermanfaat, terutama percepatan penanggulangan wabah Covid-19.
Untuk dipahami seksama bahwa kebijakan anggaran itu bersifat darurat. Sasarannya, antara lain, untuk menjaga daya beli atau perekonomian masyarakat, bidang kesehatan, serta keagamaan. “Semuanya harus berjalan,” jelasnya.

Semua demi pencegahan pandemi ini. Namun sayang, disaat Pemkab Cianjur tidak main-main menanggulangi kasus wabah, malah ada oknum pejabat BUMD (PDAM) yang pelesiran ke luar negeri. Di-perparah dengan upaya menimbun segala macam kebutuhan. Termasuk masalah masker dan akhirnya membuat harga melonjak fantastis, miris, kan?

Lebih miris, ratusan dus masker berisi ribuan masker dijual oleh oknum pegawai kesehatan yang bertugas di kantor pelayanan kesehatan di Cianjur selatan (Pagelaran). Padahal, menurut informasi bahwa penggunaan masker tidaklah mampu menangkal virus Corona.

Temuan ini bahkan, diperjelas oleh Eli Perencvich, profesor pengobatan dan epidemilologi dari Universitas Iowa, Amerika Serikat.

Atau lebih tepatnya, masker justru harus dipergunakan bagi mereka yang sedang sakit atau kekebalan tubuhnya rendah.

Nah, kan! Yang paling penting ialah menerapkan pola hidup sehat. Sering-sering cuci tangan dengan sabun, dan air yang mengalir. Atau bisa pula menggunakan hand sanitizer.

Kalau kita menggali terkait pencegahan pandemi ini begitu penting, agar pemahaman akan wabah ini kian meningkat. Pasalnya, bukan hanya satu atau dua orang saja yang mesti diedukasi, ini se-Cianjur, se-Jabar, bahkan se-Indonesi raya yang jumlahnya jutaan jiwa.

Tapi orang-orang yang berpengetahuan terbatas seolah dianggap hal ini akhir dari segalanya.

Kecanggihan teknologi yang dihadirkan juga tak bersesuaian dengan pemikiran mereka tentang situasi terkini.
Padahal kondisi tengah genting, yang diperparah aneka berita hoax yang membelokkan ekspektasi publik kepada pemerintah.

Sudah bukan saatnya main hoax, merugikan diperdebatkan. Kini saatnya untuk menanggulangi dan menciptakan sinergitas antar seluruh warga dalam menangani wabah Corona. Berkontribusi buat negeri, khususnya buat Cianjur meski secuil dengan menyebarkan berita baik dan bermanfaat. Daripada mengumbar keburukan, ya mending ikut dukung pemerintah. Karena kita tidak akan tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Bisa jadi besok lusa, bulan depan atau bahkan tahun depan. Oleh karena itu, saatnya kita bahu membahu melawan virus Corona. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here