Beranda Berita Pelayanan Disdukcapil Cianjur: Bikin KTP Elektronik Dipermudah

Pelayanan Disdukcapil Cianjur: Bikin KTP Elektronik Dipermudah

67
0

JCS – Selama pandemi Covid-19, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur gresroot melayani masyarakat dalam perekaman, percetakan, dan pendistribusian KTP elektronik.

Dalam mendistribusikan KTP elektronik dan administrasi kependudukan kepada masyarakat pun -sampai ke pelosok desa, program ini kerja sama dengan PT Pos Indonesia Cabang Cianjur.

“Pendistribusiannya hingga menjangkau pelosok desa dan bekerja sama PT Pos,” kata Kepala Disdukcapil Cianjur Munajat, Minggu 23/8/2020.

Upaya ini menurut Munajat, akan memudahkan masyarakat serta tidak bersentuhan dengan pelayan pembuatan KTP di masa pandemi Covid-19.

Dengan begitu, pelayan masyarakat di kantor dinas ini boleh dikata cukup berhasil, lantaran tidak ada penangguhan pembuatan KTP elektronik maupun administrasi kependudukan.

Munajat melanjutkan, bahwa upaya atau cara ini dapat menghindari kontak langsung mayarakat, sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Selain itu, akan menekan biaya yang dikeluarkan masyarakat, misalnya biaya pendistribusian KTP elektronik dan administrasi lain dari kantor Disduk tidak membebankan masyarakat, karena biaya sudah ditanggung pemerintah.

“Biaya distribusi KTP elektronik sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui DAK non fisik di kantor kami,” jelasnya.

Pelayanan yang meringankan masyarakat, kata Munajat, meminimalkan layanan langsung admin kependudukan, apalagi sudah ada aplikasi Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan (SimpelAku).

“Program ini akan memudahkan masyarakat,” ucap Munajat.

Munajat menjelaskan, periode Januari-Juli 2020, pihaknya sudah melakukan pencetakan KTP elektronik sebanyak 126.449 keping. Untuk perekaman data KTP elektronik dari 1.642.053 wajib KTP untuk 1.618.917 jiwa atau sekitar 98,59 persen. Sisanya 23.136 wajib KTP atau 1,41 persen yang belum direkam. “Jadi sisanya sekitar 1,41 persen (yang belum merekam data),” jelasnya.

Di sisa waktu dalam tahun ini, jumlah jumlah warga yang belum merekam data KTP elektronik sebanyak 56.200 jiwa. Bahkan sejak Juni, pelayan di kantor Disdukcapil berusaha kerja maksimal, sehingga perekaman sebanyak 33.064 jiwa. “Hingga akhir tahun ini semua mudah-mudahan bisa tuntas,” ucap Munajat.

Munajat mengaku dalam pelaksanakan program perekaman, percetakan, dan pendistribusian bukan tanpa kendala. Misalnya, kendala teknis di lapangan karena keterbatasan pelayanan dan tenpat tinggal warga yang cukup jauh. “Misalnya jauh dari kantor kecamatan,” ujarnya.
Selain itu, kendala dihadapi terbatasnya sarana peralatan dan jaringan untuk perekaman dan pencetakan KTP elektronik di 32 kecamatan, juga ketersediaan blangko KTP. “Kendala selalu ada, tapi demi pelayanan dan kebutuhan masyarakat maka kami lakukan yang terbaik serta memudahkan,” pungkasnya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here