Beranda Khazanah Pahala Berlipatganda di 10 Muharram

Pahala Berlipatganda di 10 Muharram

91
0

JCS – Hari Asyura jatuh pada setiap 10 Muharram pada penanggalan hijriah, yang merupakan momen istimewa dalam Islam.

Berbagai persitiwa penting terjadi pada tanggal tersebut, mulai dari taubat Nabi Adam ‘Alaihi Salam diterima oleh Allah SWT, hingga tragedi menyedihkan di padang Karbala saat pembunuhan terhadap cucu Rasulullah SAW, Husen bin Ali RA.

Pada hari Asyura juga, setiap amalan baik dilipatgandakan pahalanya, karena termasuk dalam keutamaan bulan Muharam. Sebaliknya, siapa yang mengerjakan perbuatan buruk, dosanya juga digandakan. Hal ini dirujuk dari firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” (QS. At-Taubah surah 9, ayat 36).

Ibnu Kastir dalam kitab tafsirnya bahkan memaparkan, pahala untuk amal baik pada empat bulan itu (Muharram, Zulkaidah, Zulhijah dan Rajab) akan dilipatgandakan, demikian pula dosa perbuatan buruk.

Dikutif dari kitab Tafsir Ibnu Katsir (Juz 4: 89-90), ia menyitir pernyataan Abu Qatadah:
“Sesungguhnya berbuat zalim pada Muharam lebih besar dosanya dibanding dengan kezaliman yang dikerjakan di bulan lainnya, walaupun perbuatan zalim yang dikerjakan pada selain bulan itu tetap besar dosanya, tetapi Allah SWT mengagungkan urusan-Nya sesuai kehendakNya.”

Selanjutnya, amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada hari Asyura, dan secara umum dianjurkan untuk dikerjakan pada Muharam:
Memperbanyak salat sunah, berpuasa, menyambung silaturahim, takziah atau silaturahmi, bersedekah, mandi, memakai celak mata, berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal), menjenguk orang sakit, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, mengusap kepala anak yatim, membaca surah al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Puasa Asyura:
Setiap tanggal 10 Muharam atau hari Asyura, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa sunah. Namun sebenarnya puasa sunah Asyura diisyaratkan sebelum kewajiban puasa Ramadhan, sebagai mana tergambar dalam hadis yang diriwayatkan Aisyah RA: “Bahwasannya orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliah melakukan puasa Asyura, kemudian Rasulullah SAW memerintahkan agar melakukan puasa Asyura tersebut sampai diwajibkan puasa Ramadhan, dan Rasulullah SAW mengatakan: “Barang siapa yang ingin melakukan puasa Asyura silahkan, dan barang siapa yang tidak ingin melakukannya dilahkan berbuka,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Puasa Asyura Memiliki Fadilah Besar:
Puasa Asyura memiliki fadilah besar karena keutamannya yang dapat menggugurkan dosa selama setahun. Dalilnya dirujuk hadis Abu Qatadah RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Puasa di hari Asyura, sungguh saya berharap kepada Allah bisa mengugurkan dosa setahun yang lalu,” (H.R. Abu Daud).

Tidak hanya itu, puasa Asyura juga dianggap sebagai puasa yang agung karena derajatnya setingkat di bawah puasa Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Muharam. Dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam,” (H.R. Muslim).

Bacaan niat puasa Asyura: “Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Sebagaimana niat untuk puasa sunah lainnya, niat puasa Asyura, juga bisa diucapkan ketika fajar sudah terbit, sepanjang belum melakukan semua hal yang bisa membatalkan ibadah puasa.

Nah, untuk tahun ini, puasa Ayura dilakukan pada 10 Muharam 1442 H, jadwal puasa Asyura jatuh pada Sabtu, 29 Agustus 2020. Wallahu a’lam. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here