Beranda Berita Musibah Banjir di Sukabumi, Banyak yang Bangunan Rusak dan Orang Meninggal

Musibah Banjir di Sukabumi, Banyak yang Bangunan Rusak dan Orang Meninggal

43
0

JCS – Pananganan pasca banjir bandang di Kabupaten Sukabumi terus dilakukan pemerintah. Informasi dihimpun JCS menyebutkan musibah banjir bandang, paling berdampak di Kecamatan, Cicurug, Cidahu, dan Parungkuda.

Kondisi itu membuat Bupati Sukabumi Marwan Hamami menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai Senin (21/9/2020).

“Bupati Sukabumi sudah menetapkan status tanggap darurat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati dalam siaran pers, Rabu (23/9/2020).

Dia menjelaskan, banjir bandang menyebabkan tiga orang warga terseret arus banjir.
Dua warga telah ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.

Kemarin, tim gabungan melakukan penyusuran wilayah di enam titik yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Tim gabungan telah menyusun rencana lanjutan untuk mencari korban hilang dengan membentuk 12 tim dan perluasan titik pencarian. “Selain tiga hanyut, ada 10 korban luka dan telah dirujuk di rumah sakit setempat,” kata Raditya.

Data sementara dari BPBD Kabupaten Sukabumi, ada 11 desa dan 11 kampung yang terdampak.
Masing-masing Kecamatan Cicurug meliputi Desa Cisaat (kampung Cipari), Pasawahan (Cibuntu), Cicurug (Aspol), Mekarsari (kampung Nyangkewok dan kampung Lio) dan Bangbayang (Perum Setia Budi).

Kecamatan Parungkuda meliputi Desa Langensari (kampung Bojong Astana) dan Kompa (Bantar).

Kecamatan Cidahu yakni Desa Babakansari (kampung Bojong Astana), Pondokkaso Tengah (Bantar), Jayabakti (Cibojong) dan Cidahu.

Selain itu, 133 KK atau 431 jiwa terdampak banjir bandang. Sejumlah warga mengungsi ke tempat saudara dan tetangga terdekat.

Sementara itu, kerusakan akibat banjir bandang mencakup rumah rusak berat 47 unit, rusak sedang 41 dan rusak ringan 45.

Rumah rusak berat di Kecamatan Cicurug sebanyak 36 unit, Cidahu 10 unit; dan Parungkuda 1 unit.
Sedangkan rumah rusak ringan di Kecamatan Cicurug 34 unit; dan Cidahu 7 unit.

Selain itu, 5 jembatan rusak berat dan 1 tembok penahan tanah rusak berat. (hn) (sumber: Kompas.com).
K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here