Beranda Religi Menjemput dan Memanfaatkan Rezeki

Menjemput dan Memanfaatkan Rezeki

37
0

JCS – Perintah al-Qur’an mencari rezeki dgn cara halal dapat dilihat antara lain: surah al-Baqarah ayat 168 dan an-Nahl ayat 114.

Rezeki yang batil yang diharamkan terdapat, antara lain, di dalam surah An-Nisa ayat 29, An-Nisa ayat 10.

Mudah-mudahan kita paham dan dapat menilai apa yang dimaksudkan dengan cara yang halal dan haram atau batil sekaligus.

Usaha atau pendapatan bisa berdagang (lebih berpeluang menguntungkan), imbalan atau jasa, bertani, wiraswatsa, bekerja/pekerja dan lain sebagainya. Jadi usaha manusia itu banyak dan aneka ragam; asal tetap dalam kategori yang halal.

Adapun mengenai pemanfaatan harta di jalan yang halal, Al-Qur’an cukup banyak memberikan arahannya. Mengakui bahwa harta itu salah satu kebutuhan hidup manusia. Al-Qur’an menganjurkan agar harta itu, terutama, digunakan untuk keperluan konsumsi sehari-hari dan kebutuhan mendasar lainnya, seperti sandang dan papan. Prinsip yang diberikan oleh al-Qur’an adalah agar pemenuhan kebutuhan tersebut wajar, tidak boleh berlebih-lebihan.

Al-Qur’an mencela dan melarang sikap boros, menghamburkan harta sesuka hati tanpa manfaat yang jelas. Itu dalam surah al-Isra ayat 26-27.

Harta dianjurkan untuk kebutuhan pribadi, juga sangat dianjurkan untuk kepentingan sosial. Perintah mendermakan harta di jalan Allah ini terdapat antara lain dalam surah al-Baqarah ayat 195.
Secara khusus, banyak pula ayat al-Qur’an yang memerintahkan agar harta itu sebagiannya digunakan untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan kelompok masyarakat ekonomi lemah lainnya. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here