Beranda Religi Mengenal Rebo Wekasan

Mengenal Rebo Wekasan

46
0
Tradisi Rebo Wekasan

JCS – Rabu Wekasan merupakan salah satu tradisi budaya yang sangat terkenal di Indonesia. Dirangkum JCS dari beberapa sumber bahwa tradisi ini memiliki arti hari Rabu pungkasan atau terakhir dari bulan Safar (bulan kedua dari 12 bulan penanggalan tahun Hijriah).

Rebo berarti Rabu dalam bahasa Indonesia dan Wekasan artinya pungkasan atau akhir. Secara harfiah, Rebu Wekasan atau Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir.

Konon katanya, sebagian orang mempercayai bahwa Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan ini merupakan tradisi dan ritual hari keramat.

Sebagian orang di beberapa daerah di Indonesia mempercayai bahwa rabu terakhir di bulan Safar itu adalah hari sial.

Sehingga mereka harus melakukan ritual-ritual tertentu untuk menolak bala’ atau kesialan yang jatuh pada hari itu.

Sebagaimana diterangkan dalam buku Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar, Imam Abdul Hamiid Quds, mufti dan imam Masjidil Haram Makkah.

“Banyak Awliya Allah SWT yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.”

Pada dasarnya, bulan Safar bukanlah bulan penuh dengan derita, bala, atau kesialan.

Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.”

Pada dasarnya, bulan Safar bukanlah bulan penuh dengan derita, bala, atau kesialan.

Namun dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa bulan Safar bukanlah bulan sial.

“Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu, dan tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai).”

Sebenarnya, terdapat banyak amalan yang bisa dilakukan pada tradisi Rabo Wekasan atau Rabu Wekasan sebagai peringatan di hari Rabu terakhir bulan Safar.

Berikut amalan dan doa di Rabo Wekasan atau Rabu Wekasan.

Niat Sholat Rebo Wekasan

Perlu diketahui, waktu melaksanakan amalan Rabu terakhir di bulan Safar dimulai dari hari Selasa hingga Rabu. Lebih tepatnya mulai ashar atau maghrib hari Selasa sampai ashar atau maghrib di hari Rabu.

Sebaiknya, amalan ini dilakukan setelah matahari terbit atau sebelum waktu dhuha di hari Rabu.

Do’a Rebo Wekasan

Pada dasarnya, bentuk amalan pada tradisi dan ritual Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan meliputi, Sholat sunnah tolak bala’; Berdoa dengan doa-doa; Meminum air yang sudah didoakan; Sedekah, silaturahmi, dan berbuat baik kepada semua orang.

Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi dalam kitab Mujarrobat ad-Dairobi).

Selain itu, anjuran tersebut juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

Dalam kitab-kitab tersebut disebutkan bahwa salah seorang Waliyullah yang telah mencapai maqam kasyaf (kedudukan tinggi dan sulit dimengerti orang lain) mengatakan bahwa dalam setiap tahun pada Rabu terakhir bulan Shafar, Allah SWT menurunkan 320.000 (tiga ratus dua puluh ribu) macam bala’ dalam satu malam.

Oleh karena itu, beliau menyarankan umat Islam untuk menjalankan sholat dan berdoa memohon agar dihindarkan dari segala macam bala’ atau kesialan yang caranya seperti yang kita ketahui yang diajarkan guru. Wallahu a’lam. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here