Beranda Wisata Memanjakan Mata di Tebing Keraton Cimenyan Bandung

Memanjakan Mata di Tebing Keraton Cimenyan Bandung

107
0

JCS – Destinasi wisata di daerah Bandung banyak sekali. Namun yang jadi pilihan pengunjung saat libur adalah obyek wisata Tebing Keraton, itu terletak di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

Bagi kamu-kamu, yang ingin liburan cocoknya di kawasan yang sejuk ini. Pada Kamis (26/12/2019), wisatawan datang dan pergi, jumlahnya ratusan orang.

Umumnya, wisatawan yang datang berasal dari kawasan luar Bandung, seperti Bogor, Bekasi, Jakarta, Tangerang dan dari daerah lainnya.

Mereka menikmati pemandangan bentang alam Bandung Utara. Di utara tebing, pemandangan Lembang dan pegunungan di sekitar Gunung Takubanparahu.

Sebelah timur, pemandangan hutan pinus berjajar memanjakan mata.

Tempat ini ramai dikunjungi orang sejak pagi yang berburu pemandangan awan menyelimuti hutan pinus.

Akses jalan menuju wisata ini mudah. Pokonya dari Dago, arahkan kendaraan anda menuju Taman Hutan Raya Ir H Djuanda.

Tiket masuk untuk wisatawan domestik Rp 15 ribu.
“Hari ini kami sengaja datang ke sini untuk sekedar menikmati panorama alam, apalagi jalan menuju lokasi cukup mudah,” kata Yadi Nugraha pengunjung asal Bekasi bersama keluarganya.

Yadi liburan di Bandung akan sampai akhir tahun. Kesempatan ini sambil berkunjung ke handai tolan yang ada di Kota Kembang.

Sekedar informasi, Tebing Keraton merupakan daratan yang menjorok ke jurang dan berada di jalur Patahan Lembang.

Kawasan ini merupakan patahan besar di Jabar mengelilingi Bandung utara. Panjang patahan mencapai 29 KM. Patahan ini berpotensi memicu gempa.

Kesejukannya luar biasa:
Tebing Keraton memang berada di ketinggian yang menjulang. Maka suasananya berasa sejuk dan segar khas pegunungan kaya di Cibodas Cipanas.

Sumarni warga Tangerang mengaku sudah berada di Kota Kembang bersama keluarga, sejak kemarin. Kata Marni sudah berkeliling tempat wisata di utara Bandung.

“Kalau waktu libur, lewat Lembang macet. Tapi berangkat pagi banget tidak macet,” tutur Marni.

Menurut pengelola wisata, Abdul Rahman, keramaian pengunjung memang di awal pekan ada lonjakan. Secara umum, lanjut Abdul, kunjungan wisatawan meningkat dibanding hari biasa. “Per hari lebih 100 orang yang datang, itu dari pagi sampai sore. Libur panjang seperti sekarang lebih banyak,” tutur Abdul.

Pengunjung bisa menikmati alam atau pemandangan jurang yang rimbun oleh pohon-pohon pinus. Pengunjung juga bisa menikmati kesejukan alam sambil selfie dengan background keindahan alam andalan ini.

Tapi lewat pukul 12.00 WIB, pengunjung yang datang semakin banyak. Mereka umumnya membawa sepeda motor. Mereka bisa parkir di lokasi yang sudah disiapkan pengelola wisata. Biar hidup semua, wisatawan yang membawa mobil bisa dipersilahkan sewa ojek, atau bisa berjalan kaki ke lokasi. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here