Beranda Cianjur Selatan Melihat Keindahan Pantai Selatan, Jalan Mulus – Makam Keramat Kian Santang

Melihat Keindahan Pantai Selatan, Jalan Mulus – Makam Keramat Kian Santang

257
0

JCS – Pantai laut kidul terlihat begitu indah dari jalan Jabar selatan. Bayangkan, jalannya mulus yang membentang mulai Agrabinta-Sindangrang-Cidaun-Rancabuaya, bahkan sampai Tasik-Ciamis.

Punggawa JCS melihat panorama alam dan luasnya samudera saat menuju wilayah Priangan, di antaranya berkunjung ke saudara di Kampung Barusari Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, sekaligus mampir/jiarah ke makam Kian Santang (sebutan di sana makam Godog) yang terletak di lereng Gunung Karacak, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan Garut, Senin (15/6/2020). Sayangnya, kondisi jalan beton kecil dari tempat parkir menuju makam keramat Godog, sekitar 500 meter, rusak parah. Belum ada perhatian dari pemerintah setempat.
Tujuan tim ke sana, hanya sekedar ingin tahu, berziarah seperti ziarah makam para keluarga maupun para wali yang dikeramatkan. Terlebih, mengingat-ingat bahwa orang hidup akan mati dan dikuburkan, apalagi makam Godod ini dipercaya sebagai makam Prabu Kian Santang, putra Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran… Simpan dulu cerita ini, kita lanjutkan cerita perjalanan menuju Garut.

Pandangan menatap pantai:
Dari Cidaun-Rancabuaya, terlihat mirip pasir putih dengan warna air laut bening kehijauan dan biru ombak yang besar. Tampak beberapa plang nama pantai di sebelah kanan (dari arah barat ke timur). Kiri kanan bahu jalan dihiasi pepohonan dan tiang lampu surya yang tertanam di beberapa titik ruas jalan ini.

Ya, panorama pantainya bagus dengan beberapa batu karang besar yang terletak di pinggir pantai dan di tengah laut. Pasirnya halus dan air lautnya bening kehijauan dan biru. Ombaknya cukup besar sesuai karakter ombak laut Jabar selatan.

Hati-hati lewat jalan Pameungpeuk-Garut:
Bagi para pengguna jalan yang melintas jalan Pameungpeuk-Cikajang-Cisurupan Gaut harap berjati-hati. Jalan mulus yang kemudian berkelok dapat membahayakan bagi pengemudi yang kurang awas. Ada sih jalan kurang bagus, tepatnya di kawasan gunung Gelap, itu cuma beberapa kilo meter.
Memasuki Cikajang-Cisurpan jalan mulai berkelok-kelok. Tekstur jalan aspal yang menjadi bahan jalan di ruas jalan tersebut pun membuat kendaraan agak terguncang ketika dipicu tinggi.

Punggawa JCS bersama tim (empat orang), pergi lewat jalur ini pada Senin (15/6/2020) pukul 13.00 WIB, dan saat pulang lewat Cisurupan pada hari Selasa (16/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB sudah terliah banyak kendaraan melintas jalan berkelok, hingga bertemu dengan peristiwa kemacetan gara-gara mobil truk berbmuatan pupuk, melaju di sebuah tikungan tajam yang berpapasan dengan elf serta mobil rombongan ini. Akibatnya, ekor antrean kendaraan tak terbendung, hingga memperlambat laju.

Pengalaman ini menjadi bahan informasi bagi Anda yang hendak melintas jalur Pameungpeuk-Cikajang-Cisurupan Garut. Hindari rem mendadak karena akan membahayakan kendaraan di belakang Anda. Di titik ini banyak kendaraan yang melaju jig-zag untuk masuk ekor antrian yang lebih pendek, sebaiknya tindakan ini seharusnya tak dilakukan.

Beberapa mobil terlihat berhenti dengan kap dibuka pada bahu jalan sebelah kiri. Mereka coba berhenti sepertinya mendinginkan mesin dan air radiator, atau sekedar istirahat sejenak sambil ngopi.

Jadi, saat mengemudi, kemana pun tujuan Anda, namun ketika memasuki kawasan gunung gelap dan obyek wisata Cikajang-Cisurupan, ciptakan keselamatan, nyaman dan enak dirasakan penumpang.

Kendati pun memang, aura dan pembawaan atau sugesti dari panorama alam sejuk indah dan jalan mulus membuat setiap pengmudi ingin memacu kendaraan tanjap gass. Atau sebaliknya ingin lama-lama beristirahat di tempat makan. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here