Beranda Advertorial Melihat Dekat Skuat Persita Tangerang

Melihat Dekat Skuat Persita Tangerang

144
0
Logo
Skuat Persita Tangerang

JCS – Tantangan di kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia, Liga 2 2019 bukan main. Laga itu akan bergulir mulai 15 Juni. Kini, seluruh peserta telah mempersiapkan diri demi mengamankan tiket promosi ke Liga 1 musim depan, termasuk Persita Tangerang.

Menilik pada musim lalu, Persita bisa dikatakan sebagai tim unggulan di Liga 2 2019. Seperti diketahui, mereka sukses melangkah ke semifinal Liga 2 2018.

Sayangnya, Persita gagal mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 setelah menelan kekalahan dari Semen Padang (agregat 2-3) dan ditumbangkan Kalteng Putra dalam perebutan tempat ketiga dengan skor 0-2.

Persita sejatinya merupakan salah satu klub yang cukup akrab di telinga pecinta sepak bola Tanah Air. Pendekar Cisadane bahkan memiliki pendukung setia dan fanatik berjumlah puluhan ribu.

Tim yang identik dengan warna ungu tersebut beruntung memiliki pemdukung seperti La Viola. Meski beberapa tahun lalu Persita tak memiliki markas pasti, namun kelompok suporter ini tetap tak berhenti memberikan dukungan.

Kehadiran La Viola diharapkan bisa menambah semangat dan ambisi para pemain untuk mendapatkan satu tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, terlebih Persita juga telah melakukan persiapan jelang Liga 2 2019.

Manager I Nyoman Suyanthara menjelaskan tentang persiapan yang telah dilakukan para pemain. Dirinya mengaku sudah cukup puas karena Persita telah menjalankan program yang sudah ditetapkan.

“Persiapan sudah dimulai dari Februari. Jadi beberapa bulan ini kami sudah melakukan persiapan. Kami juga melakukan pemusatan latihan di Malang sebelum puasa, termasuk melawan Persik Kediri,” ujarnya, Minggu.

Crew Persita Tangerang

Selama persiapan, aku dia, timnya sudah menjalankan program 100 persen, terakhir berdiskusi dengan tim pelatih dan pemain. “Hasilnya, manajemen merasa puas dengan persiapan yang sudah sesuai dengan program,” tuturnya.

Lebih lanjut, Nyoman membeberkan target yang diusung manajemen Persita pada musim depan. Ia menaruh target tinggi musim ini, dengan harapan bisa kembali beraksi di kasta nomor satu Liga Indonesia. “Target tahun ini cukup tinggi, kami ingin kembali ke Liga 1,” imbuhnya, seraya sudah hampir lima tahun bermain di Liga 2 walau tak ambisi juara, yang penting bisa tampil, promosi.

Catatan JCS dan JurnalBola, terakhir kali Persita tampil di kasta tertinggi sekitar lima tahun lalu, tepatnya saat kompetisi masih bernama Liga Super Indonesia (LSI) 2014 lalu. Saat itu, mereka harus terdegradasi setelah finis di peringkat ke-10 (dari 11 klub) Wilayah Barat dengan torehan 15 poin.

Sementara itu, pelatih Widodo C. Putro mengakui bahwa Persita sudah menyiapkan persiapan khusus menjelang Liga 2 2019, termasuk tampil di ajang pramusim bertajuk Piala Presiden 2019 beberapa waktu lalu.

Widodo C. Putro

“Kami sudah melakukan persiapan khusus, tapi tim ini tentu belum siap secara taktikal dan fisik. Kami sudah melakukan TC di Malang selama dua hari, di Tangerang juga ada beberapa kali uji coba,” bebernya.

Persiapan itu tentunya diharapkan bisa meraih hasil maksimal di Liga 2 2019 Wilayah Barat. Mereka bakal menghadapi klub-klub tangguh seperti PSMS Medan, Persis Solo, PSPS Riau, hingga Sriwijaya FC.

Melihat situasi tersebut, tentu bukan jalan yang mudah bagi Persita untuk mendapatkan tempat sempurna di klasemen Liga 2 2019 Wilayah Barat. Nama besar pun didatangkan, salah satunya adalah Muhammad Roby.

Para pemain yang disapkan untuk Liga 2 2019: Annas Fitranto, Saeful, Yogi Triyana (Kiper). M. Roby, Ledi Utomo, Rio Ramandika, Asep Budi, Jeky Arisandi, Habibi, M. Toha, Zikri Akbar (posisi belakang).

Lantas nama Egi Melgiansyah, Ade Jantra, Amarzuki, Tamzil Sijaya, Adittia Gigis, Yus Arfandi, Ripki Mantopani, Azka Fauzi, Henry Rivaldi, Qischil Gandrum (posisi tengah). Selanjutnya, Diego Banowo, Sirvi Arvani, Aldi Al Achya, Chandra Waskito untuk posisi penyerang.

Prediksi Formasi

Pelatih Widodo C. Putro diprediksi bakal menurunkan formasi 4-2-3-1 di kompetisi Liga 2 2019. Eks pelatih Bali United tersebut memang selalu menggunakan skema ini di Piala Presiden 2019.

Persita sendiri bakal mempercayakan tempat utama di bawah mistar gawang kepada Annas Fitranto. Dirinya selalu menjadi pilihan utama pelatih sepanjang turnamen pramusim.

Sedangkan di lini tengah pertahanan, Widodo bakal menaruh kepercayaan penuh kepada M. Roby dan Rio Ramandika. Sedangkan nama M. Toha dan Jeki Arisandi bakal mendukung peran bek tengah di sisi sayap.

Dua gelandang veteran seperti Amarzukih dan Egi Melgiansyah pun akan berperan sebagai penyeimbang di lini tengah. Sementara tiga pemain di depannya, seperti Ikhwan Azka, Ade Jantra dan Chandra Waskito bakal membantu lini serang.

Sementara itu, Persita bakal memberikan kesempatan kepada pemain anyarnya, Qischil Gandrum, untuk mengisi lini serang. Nantinya, posisi itu bisa juga ditempatkan oleh Diego Banowo.

Nama besar yang dimiliki Widodo C. Putro bisa menambah semangat para pemain Persita untuk menorehkan hasil maksimal pada musim ini. Dia ditunjuk untuk menggantikan pelatih Wiganda Saputra.

Pemilihan Widodo untuk mengisi kursi kepelatihan Persita ini sudah cukup menjelaskan bahwa mereka sangat berambisi untuk promosi. Sang pelaing memang memiliki catatan yang cukup menawan.

Hal itu terbukti ketika dirinya berhasil membawa Bali United menjadi runner-up Liga 1 2017. Mantan striker andalan tim nasional Indonesia itu berhasil melampaui target manajemen yang hanya mengharapkan posisi 10 besar.

Dengan begitu, Widodo pun diyakini bisa membawa Persita promosi ke kasta paling atas sepak bola Indonesia. Karena sebelumnya, Pendekar Cisadane sudah hampir bisa mendapatkan tiket promosi oleh Wiganda Saputra.

Berstatus sebagai rekrutan anyar, Muhammad Roby bisa menjadi salah satu tumpuan di lini belakang Persita Tangerang. Bermodalkan segudang pengalaman di sepak bola Indonesia, M. Roby diharapkan bisa memperkokoh pos belakang.

Seperti diketahui, pemain bertahan yang saat ini sudah berusia 33 tahun tersebut sempat meniti karier bersama klub-klub ternama Indonesia, yakni Persija Jakarta, Persik Kediri, Barito Putera, hingga Sriwijaya FC.

Pemain yang sempat membela PSMS Medan pada musim lalu tersebut bahkan pernah memperkuat timnas Indonesia periode 2006-2013. Belakangan namanya sudah tidak lagi menjadi pilihan di Skuat Garuda.

Pertandingan terkahir yang ia mainkan bersama timnas Indonesia adalah ketika menghadapi Irak dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2015, 19 November 2013, di Stadion Gelora Bung Karno. Hasilnya, Indonesia kalah dua kosong. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here