Beranda Religi Melihat Dekat Makam Prabu Kian Santang

Melihat Dekat Makam Prabu Kian Santang

212
0

JCS – Ziarah ke makam para keluarga maupun para wali yang dikeramatkan sudah menjadi tradisi umat muslim Indonesia. Seperti yang punggawa JCS lihat suasana di makam keramat Godog di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, Senin (15/6/2020) sore lalu.

Komplek ini dipenuhi pohon besar berindang. Banyak binatang atau satwa di atas pohon itu. Serem deh, apalagi kalau malam!

Maklum berada di lereng gunung Gunung Karacak. Di sana juga tidak dilarang berfoto-foto atau selfe bak di tempat wisata lainnya.

Di sini terdapat tujuh makam keramat, di antaranya dan yang paling menjadi tujuan utama para peziarah adalah makam Sunan Rochmat Suci atau lebih dikenal sebagai Prabu Kian Santang.

Masuk ke kawasan berbukit ini harus naik ojek Rp10.000. Jika jalan kaki dari tempat parkir kendaraan, akan terasa cape, sebab, jarak tempuhnya sekitar 500 meter -menanjak.

Belum lagi menuju puncak makam Prabu Kian Santang harus melewati tangga sekitar 100 meter.

Di bawah lokasi tersebut, terdapat rumah-rumah sederhana. Sebelah kiri, berjarak 50 meter ada mushola, dan rumah-rumah (warung) penjual makanan-minuman plus air keramat. Orang di sana menyebut air barokah, karena di dapat dari mata air jernih di kawasan bukit tersebut.

Menuju lokasi banyak plang tertulis juru kunci, ini untuk pengunjung yang belum tahu tata cara ziarah atau pemula masuk kawasan ini. Jadi pengunjung bisa memilih salah satu juru kunci/kuncen atau petunjuk -hingga memimbingnya selama di makam tersebut.

Menurut orang tua di sana, Qasim (60), peziarah selalu ramai terutama menjelang puasa. Sebagian besar dari Jawa Barat, Jakarta dan Banten. “Di sini tidak pernah sepi orang yang datang,” kata apih Qasim.

Pada Senin (15/6/2020), tampak peziarah, bahkan katanya mereka ada yang rutin mengunjungi makam Sunan Rochmat Suci tatkala menjelang puasa. Hari-hari biasa pun banyak yang datang ke makam ini, namun tidak sebanyak menjelang Ramadhan.

Mereka ada yang datang secara rombongan dengan keluarga dan para tetangganya.

Qasim menuturkan, berziarah untuk menghormati jasa beliau-beliau yang telah membawa Islam di wilayah Priangan.

Menurut sejarah, lanjut apih Qasim, Prabu Kian Santang merupakan salah satu dari tiga tokoh kunci penyebar agama Islam di Tatar Sunda pada akhir abad ke-15.

Selain Sunan Rochmat Suci atau Prabu Kian Santang, ada Pangeran Cakrabuana dan Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati. “Nah, ketiga tokoh ini katanya masih satu garis dengan keturunan Prabu Siliwangi, raja Padjadjaran,” bebernya. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here