Beranda Khazanah Kiat-kiat Menghadapi Ujian dan Cobaan

Kiat-kiat Menghadapi Ujian dan Cobaan

36
0

JCS – Sebelum pada uraian atau tulisan mendalam tentang ujian dan cobaan, alangkah baik bila merenungi sebuah kata mutiara ini: “Kesabaran dapat menolong atau menyelesaikan setiap permasalahan. Orang yang sabar selalu berpikiran positif dan dapat melihat segala permasalahan dengan pikiran yang jernih.”

Sahabat hijrah, Allah ‘Azza wa Jalla akan memberi ujian dan cobaan kepada setiap hamba-Nya dengan beragam macam bentuk, diantaranya dengan rasa takut atau gelisah hati, kelaparan, kekurangan bahan-bahan pokok, dan kematian akibat serangan wabah penyakit; akibat longsor dan peristiwa lainnya. Dalam menghadapi ujian dan cobaan seperti itu, manusia dianjurkan untuk bersabar.

Sabar adalah sikap perilaku mengendalikan diri dan hawa nafsu dalam segala kondisi, baik suka meupun duka. Ketika mendapat nikmat dan anugerah, kita harus bersabar agar tidak lupa diri dan mampu mengendalikan emosi. Apalagi ketika menerima bencana dan musibah, kita harus semakin sabar sehingga kita tidak larut dalam kesedihan dan sikap putus asa. Sebab dengan bersikap sabar itulah, segala permasalahan dapat ditemukan jalan keluarnya. Orang yang sabar selalu berpikiran positif dan dapat melihat segala permasalahan dengan pikiran yang jernih. Sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan, jika dilakukan dengan kesabaran dan usaha maksimal, niscaya dapat diselesaikan dengan baik.

Perlu diyakini bahwa setiap orang akan menerima ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu Wata’ala dengan berbagai macam bentuknya. Allah akan mengenuji seorang hamba-Nya dengan maksud dan tujuan tertentu. Ada yang diuji karena diangkat derajatnya, ada yang diuji karena teguran atas perbuatannya yang melampaui batas, ada yang diuji oleh Allah sebagai bentuk peringatan lebih keras atau hukuman atas perbuatan dosanya yang teramat besar. Tidak hanya di akherat, di dunia pun akan dikasih peringatan sebagai tanda bahwa Allah Maha Pengasih Lagi Penyayang pada hamba-Nya.

Pada intinya, setiap menerima ujian dan cobaan, hendaknya kita bersabar dan senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk menemukan jalan keluarnya. Misalnya, ketika diuji dengan kemisikinan, sulit mendapatkan rupiah, nah kita harus bersabar dan terus ikhtiar dengan sungguh-sungguh, ulet, dan tekun bekerja agar dapat segera keluar dari jeratan serba kekurangan materi. Jika diuji kebodohan, kita harus segera keluar dari belenggu kebodohan menuju gerbang kecerdasan. Jika diuji dengan sakit, kita harus bersabar dan tabah menerimanya, seraya terus berusaha berusaha mencari obatnya agar dapat segera sembuh darib rasa sakitnya. Intinya juga, kita harus bersanar dalam menghadapi ujian dan cobaan tersebut. Karena para ulama membagi sabar menjaditiga macam yaitu sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar meninggalkan larangan Allah dan sabar dalam menerima musibah dari Allah.

Maaf, musibah itu akan selalu terjadi namun pada hakikatnya datang dari Allah SWT dan tidak ada seorang pun yang dapat luput dari musibah jika telah dikehendaki-Nya.

Musibah adalah sesuatu yang paling tidak menyenangkan, tapi sesuatu itu kadang datang tanpa diundang. Iya, kan? Maka dalam menghadapi musibah, diperlukan jiwa yang tenang, hati yang lapang, dan sikap sabar yang mendalam.

Dengan begitu, seseorang akan dapat bangkit dari keterpurukan karena kesabaran membuat dia dapat keluar dari berbagai kesulitan, dengan kesabaran seseorang dapat dihantarkan menuju gerbang kesuksesan. Tentang sabar bisa dibuka dalam surah al-Baqarah ayat 155.

Tabah dan Sabar:
Orang yang mengamalkan isi al-Qur’an terutama surah al-Baqarah ayat 155, niscaya akan memiliki sikap perilaku terpuji, termasuk sikap perilaku tabah dan sabar dalam menghadapi musibah. Sikap perilaku tabah dan sabar itu diwujudkan dalam bentuk perilak selalu optimis, karena cobaan pasti sesuai dengan kemampuan kita. Dengan kesabaran, usaha keras, dan doa yang selalu dipanjatkan, Allah Yang Maha Baik pasti akan memberi jalan keluarnya.

Selalu baik sangka kepada Allah:
Orang sabar selalu baik sangka kepada Allah SWT. Dalam hatinya terdapat keyakinan bahwa tidak semata-mata Allah menimpakan musibah kepada dirinya, kecuali ada hikmah yang terbaik baginya. Dengan musibah dia bisa lebih dekat dengan Allah, dia dapat mengintropeksi diri, dan juga mampu menunjukkan kemampuannya dalam berusaha mencari jalan keluar yang terbaik.

Memiliki sikap rendah hati:
Kadang musibah juga dapat mengingatkan manusia agar tidak sombong dan congkak. Orang sabar akan menyadari sepenuhnya bahwa dalam hidup ini tidak ada yang perlu disombongkan. Semua yang dimiliki, harta kekayaan, pangkat dan jabatan, gaya hidup dan kemewahan hanyalah titipan dari Allah SWT yang bersifat sementara. Semua itu akan musnah dalam sekjap jika Allah menghendakinya.

Sebagai muslim yang beriman, wajib menerapkan perilaku sabar dan tabah dalam menerima ujian dan cobaan kehidupan sehari-hari. Ini kiat-kiatnya!

Tanamkan keimanan yg kuat agar tidak mudah tergoyahkan oleh terpaan ujian, cobaan dan musibah. Apa pun itu ujian dan cobaannya. Karena semua ujian dan cobaan pasti ada hikmahnya; tetap baik sangka kepda Allah; buang sikap egois dan emosional agar dapat mengendalikan hawa nafsu dalam menerima ujian dan cobaan itu. Mulailah membiasakn diri bersikap sabar dlm menerima cobaan n musibah.

Singkat tulisan bahwa sabar adalah kunci segala permasalahan kehidupan. Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here