Beranda Berita Kerja Keras Komisi II DPRD Cianjur untuk Mengembangkan Sumber Daya di Waduk...

Kerja Keras Komisi II DPRD Cianjur untuk Mengembangkan Sumber Daya di Waduk Cirata dan Laut Kidul

58
0

JCS – Anggota DPRD Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pangandaran, Kamis (18/6/2020). Langkah Anggota DPRD Komisi II itu tiada lain, ingin mengembangkan potensi atau sumberdaya yang ada di waduk Cirata maupaun potensi laut Cianjur Selatan, salah satunya dengan menimba pengalaman dengan para petani keramba jaring apung pantai timur Pangandaran.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, Bambang Suyudono yang menerima kunjungan Komisi II DPRD Cianjur, beberapa hari lalu.

“Tujuan mereka ke Pangandaran ini terkait permasalahan penggalian sumber daya alam hasil kelautan baik itu di air payau atau tawar,” kata Bambang, Kamis.

Kunjungan tersebut, lanjut Bambang, dalam rangka pengembangan budidaya ikan dengan keramba jaring apung dan cara pengolahannya. Bahkan, menurut Bambang, jika anggota DPRD dari Cianjur Selatan menghendaki dukungan dan suport dari dinas dalam hal konsep pengembangannya, bisa digali potensinya. Misalnya, teknik pengangkapan ikan oleh nelayan (produksi penangkapan) atau bidang budidayanya. “Sebenarnya sangat bagus dicoba di Cianjur selatan, tidak hanya diterapkan di Cirata,” ujarnya.

Nampaknya memang bahwa potensi kelautan dan perikanan tergantung dari dinas setempat, karena kepala daerah selalu mengizinkan dan mensuport upaya inovatif, juga tidak menggunakan anggaran APBD, sebab bisa koordinasi dengan provinsi dan kementerian.

“Intinya harus kreatif inovatif dan jemput bola, baru dinas kelautan bisa berjalan,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Wilman Singawinata menjelaskan tujuan kunjungan Komisi II ke Pangandaran adalah dalam rangka studi banding, salah satunya untuk mengatasai masa paceklik bagi nelayan Cianjur selatan, mengingat Cianjur sendiri memiliki sekitar dua ribu nelayan.
“Kunjungan mereka ke Kabupaten Pangandaran, bagaimana mengantisipasi paceklik nelayan di pantai selatan,” ucapnya.

Ditambah lagi masalah Keramba Jaring Apung (KJA) di waduk Cirata Harum, maka pihaknya mencari solusi menangani keluhan petani KJA di sana. Selain itu, polusi yang terjadi di waduk Cirata, karena di Cirata ada program pusat dengan pengembangan Citarum Harum, maka, mau tidak mau harus mengurangi KJA di Cirata tersebut.

“Untuk itu perlu solusi pemindahan jaring apung itu,” jelasnya.

“Kemudian pengembangan mangrove di wilayah Cianjur,” tambahnya.

Anggota DPRD Komisi II, Endang Ahmad Hidayat menmabhakan, pihaknya memberikan asukan terhadap teman-teman yang berkunjung ke Pangandaran, terutama bidang pengembangan usaha kelautan. “Salah satunya keramba jaring apung, sekaligus memberikan masukan soal pengembangan kuliner hasil laut supaya dikembangkan di Cianjur,” tandasnya. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here