Beranda Editorial Kekhawatiran Warga Kampung soal Corona

Kekhawatiran Warga Kampung soal Corona

419
0

JCS – Jika wabah si mungil, tak kasat mata, bernama virus corona merebak di jagad raya, dan banyak bersemayam di tubuh manusia, akan seperti apa jadinya? Ratusan orang meninggal dunia.

Mendengar kabar virus tersebut membuat warga di Cianjur selatan khawatir terhadap pemudik, terutama dari kota-kota besar . Warga pedesaan cemas, jika mereka pulang ke kampung halamannya membawa virus corona atau Covid-19.

Memang, kekhawatiran itu dimaklumi dalam situasi saat ini. Apalagi, di kampung jauh dari dokter yang bisa menangani wabah yang menular yang mematikan itu. Tempat karantina pun tidak ada.

Kecemasan:
Apabila diantara pemudik ada yang positif terpapar Covid-19, maka cemas menular pada keluarganya, lalu menerka se-kampung, bahkan se-desa. Itulah yang menjadi kecemasan warga Cisel yang jauh dari keramaian ini. Celotehan warga, sekalipun pemudik asli orang kampung tetap saja harus berpikir panjang. Pemudik, sebaiknya diperiksa ahli kesehatan.

Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah agar kedatangan mereka tidak sampai menimbulkan hal yang tidak diharapkan, terutama terjadinya penyebaran Corona di kampung.

Ya, penulis mendapat informasi jika saat ini banyak warga Cianjur selatan yang menjadi perantau di Jakarta dan kota besar di Jawa Barat, memilih untuk pulang.

“Saya dapat informasi banyak yang pulang kampung tanpa dicek kesehatannya. Hal ini menyusul situasi yang kurang menguntungkan akibat mataknya penyebaran corona di daerah tempat mereka tinggal selama ini,” kata warga Leles.

Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimbau para pendatang agar tidak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman di tengah pandemi covid-19 ini.

Hal ini bertujuan agar warga yang pulang kampung tidak menyebarkan virus ke keluarga yang ada di kampung halaman, tentunya ini akan menambah jumlah orang yang terdampak.
Meski begitu, masih saja ada beberapa pemudik yang tetap melakukan perjalanan ke kampung halamannya.

Tidak hanya Pemprov DKI, namun Pemkab Cianjur terus memperketat warga urban yang hendak pulang kampung, termasuk melarang pengendara-pengendara berpelat nomor luar Cianjur.

Warga urban tiba di kampung mengaku sehat:
Kini, di Cianjur selatan banyak warga yang pulang kampung dari Jakarta.

Ikin (50), warga Cisel, mengaku sudah pulang sejak beberapa hari lalu, namun ia mengaku dalam keadaan segar bugar alias sehat. Dia pulang karena kerja (menjahit) di Jakarta mulai sepi, maka ia memilih untuk pulang. Apalagi Jakarta katanya akan lockdown, sehingga menyulitkan dirinya untuk mendapatkan uang.

“Ya, sebenarnya takut lockdown juga. Sama emang sekarang kan di Jakarta lagi sepi ya, saya sendiri kuli menjahit, lagian bos saya sudah mengeluh terima dan kirim barang, kondisi itu semenjak sekolah libur, ya jadi mening pulang kampung,” tutur Ikin kepada JCS, Selasa (31/3/2020).

Ikin tak menampik jika ia khawatir akan membawa virus Corona ke kampung halamannya, namun ia tak punya pilihan lain, selain itu ia pun mengaku tidak memiliki keluhan akan kesehatannya.
“Saya gak ada pilihan lain. Yang penting sekarang saya masih sehat, ya paling antisipasi ya sampai rumah jangan bersentuhan dulu gitu aja,” kata Ikin, maklum lama di Jakarta dengan logat kota.

Dialami Yana (48) warga Cikananga Desa Sindangsari Leles, mengaku sudah dua hari ada di sini, karena kerja di Jakarta mulai sepi.

Soal kesehatan saat ini, Yana mengaku kondisi tubuhnya dalam keadaan sehat, sehingga ia yakin tidak membawa virus tersebut.
Meski begitu, ia tetap akan melakukan pencegahan seperti cuci tangan. Kita berharap, ujian dan cobaan ini cepat berlalu. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here