Beranda Editorial Karunia Allah SWT mulai Flora, Fauna…

Karunia Allah SWT mulai Flora, Fauna…

419
0

JCS – Dalam Al-Qur’an, surah Az-Ukhruf ayat 9 sampai ayat 13 mengandung makna bahwa pada dasarnya semua manusia mengakui adanya Tuhan, apalagi orang beriman. Orang kafir pun apabila ditanya; Siapa yang menciptakan langit dan bumi ini? Mereka pasti menjawab; Tuhan (Allah) yang menciptakannya. Bahkan semua ruh jetika zaman azali (zaman sebelum Allah menciptakan langit dan bumi), sudah bersumpah di hadapan Allah bahwa Allahlah Tuhan mereka. “Bukankah Aku ini Tuhan kalian? Mereka menjawab; “Benar, kami bersaksi (bahwa Engkau Tuhan kami).” (QS. Al-A’raf: 172).

Jadi, yang menjadi masalahnya zaman sekarang bukan bagaimana mengakui adanya Tuhan, tetapi bagaimana bertauhid mengesakan Tuhan (Allah), sebab sampai saat ini masih banyak orang mengakui adanya tuhan-tuhan lain selain Allah (Musyrik). Misalnya, mereka mau mengerjakan salat, puasa, berzikir dan sebagainya, tetapi masih mempercayai arwah para wali itu dapat memberikan pertolongan, para dukun mempunya kekuatan luar biasa, para dewa laut akan marah jika tidak dikirim sesaji, dan sebagainya, yang pada akhirnya mendorong pada kemusyrikan dan kekufuran ata nikmat Allah byang telah diberikan kepada mereka. Mereka tidak mengakui nikmat yang sebenarnya datang dari Allah karena mereka lebih mempercayai kekuatan lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sahabat hijrah, dalam surah Az-Zukhruf ayat 9-13 di atas, Allah menjelaskan betapa banyak karunia Allah yang telah diberikan kepada umat manusia. Di antaranya, Allah menciptakan bumi sebagai tempai tinggal bagi manusia yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana. Ada tumbuh-tumbuhan, ada binatang, ada udara, dan sebagainya yang semuanya diperuntukan bagi kelangsungan hidup manusia. Allah juga menurunkan hujan dari langit sehingga bumi yang kering dan tandus menjadi subur. Akibatnya, banyak tumbuh-tumbuhan yang hidup dan berubah. Hasilnya yang melimpah dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk melangsungkan kehidupannya di bumi ini. Betul kan?

Selain itu, termasuk juga nikmat Allah bahwa semua makhluk diciptakan berpasang-pasanggan, sehingga mereka dapat berkembang biak dan tidak membosankan bagi kehidupan manusia. Ada lakui-laki ada perempuan, ada jantan ada betina, ada siang dan ada malam, ada pagi dan sore, ada musim hujan dan ada kemarau, dan begitu seterusnya. Itu semua merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia. Namun, banyak manusia yang kufur dan tidak mau mensyukurinya. Mereka lebih mengakui kehebatannya dalam bekerja atau belajar, sehingga keberhasilan dan kesuksesan dalam segala hal, diakuinya sebagai hasil jerih payahnya sendiri. Padahal, semua yang terjadi di muka bumi ini tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Tanpa izin Allah dan tanpa karunia yang diberikan-Nya, seseorang tidak akan mampu meraih prestasi apa pun dalam kehidupannya.

Betapa banyak nikmat Allah yang wajib kita syukuri. Oleh sebab itu, pada ayat ke-13 surah Az-Zukhruf seperti diulis di atas, Allah memerintahkan agar manusia selalu mengingat nikmat Allah, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun. Ketika kita sedang di rumah, di sekolah, di masjid, di tempat belajar, tempat bekerja, di sawah, di ladang, bahkan di atas kendaraan, hendaknya tidak lupa bahwa dalam keadaan semua itu terdapat nikmat Allah yang amat besar.

Coba bayangkan, ketika kita dibatas kendaraan, baik di darat, laut, dan udara, siapa yang menjamin keselamatan kita, siapa yang mampu melindungi kita dari bahaya kecelakaan, siapa yang akan menolong kota jika terjadi kecelakaan dan musibah lainnya seperti wabah Corona saat ini. Jawabannya tentu Allah SWT, sebab tidak ada seorang manusia pun manusia yang memapu menentang kehendak Allah.

Dengan nikmat Allah, kita dapat merasakan nikmatnya suatu perjanalanan karena nikmat Allah kita dapat selamat sampai tujuan, oleh nikmat Allah kita dapat dipertemukan kembali dengan keluarga dan handai taulan seperti habis lebaran ini.

Subhanallah, sungguh tidak bermoral orang yang tidak mau mengakui adanya nikmat Allah dalam dirinya. Apalagi mengingkari bahwa hidupnya juga bukan karunia dari Allah SWT, bahkan alam semesta ini juga merupakan nikmat Allah yang tidak ternilai harganya. Karena di dalamnya manusia dapat menikmati berbagai karunia-Nya, baik yang tampak seperti flora dan fauna maupun yang tersembunyi seperti barang-barang tambang, baik tambang emas, galian c, termasuk pasir besi di pinggir laut.

Oleh sebab itu, Allah menghendaki manusia bersyukur kepadaNya, senantiasa mengingat kebesaranNya dan mengingat nikmat-nikmatNya telah diberikan kepada umatnya. Dengan itu, niscaya memiliki sikap perilaku terpuji. Tiada ada kekuatan apa pun yang melebihi Allah; selalu menjaga nikmat Allah; baik nikmat lahir maupun batin, mencintai dan menyayangi alam lingkungan, seraya mengurus dan merawatnya agar terhindar dari kerusakan. Apalagi seperti flora dan mauna yang merupakan nikmat Allah itu, akan mendatangkan manfaat bagi kehidupan manusia.

Ingat, jangan mempercayai batu cincin, benda-benda kuno, kuburan keramat, dan sebagaiya. Sebab, perbuatan tersebut membuat Allah murka dan termasuk dosa besar yang tidak terampuni jika tidak segera taubat di dunia.

Semoga Allah SWT menjadikan kita orang yang pandai bersyukur, selalu mengingat nikmat dan menggunakannya ke jalan Allah dalam keadaan apa pun, di mana pun dan kapan pun, sehingga kita tidak lupa diri dan lepas kendali, baik dalam keadaan susah maupun senang bahagia. Wallahu a’lam. Alhamdulillahi rabbil’alamiin. Shalallahu ‘alaihi wa sallam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here