Beranda Pendidikan Kapan Ideal Anak Masuk SD?

Kapan Ideal Anak Masuk SD?

47
0
Ilustrasi

JCS – Ingat! Senin 15 Juli 2019 adalah tahun ajaran baru belajar. Secara umum, pada hari itu anak-anak atau siswa mulai masuk sekolah.

Nah, kali ini JCS mau menyampaikan mengenai ideal anak-anak yang masuk sekolah dasar (SD) tujuh tahun.

Melansir dari Jurnas.com, kebanyakan orang tua yang menyekolahkan anaknya di bawah itu.

Lalu sebenarnya, berapa ideal untuk anak masuk sekolah? Menurut psikolog anak, Ratih Zulhaqqi, M.Psi pada usia tujuh tahun, anak dianggap sudah siap secara fisik, maupun psikis. “Untuk diam di kelas sampai siang, sudah siap,” katanya.

Gerakan motorik, terang dia, pada usia tersebut anak sudah lebih bagus, otot dan sarafnya juga sudah terbentuk. Misalnya memegang pensil.

“Anak sudah mampu membandingkan dengan anak umur tiga tahun yang masih suka gemetar jika mendukung untuk menulis sendiri,” tuturnya.

Selain itu, dikutif laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, mengapa anak usia tujuh tahun harus masuk SD.

Pertama Aspek Fisik:
Seperti diutarakan Ratih Zulhaqqi, bahwasannya pada usia tujuh tahun secara fisik anak sudah bisa diam di kelas dan memegang pensil secara mandiri. Dimana, gerakan motorik anak sudah bagus, otot dan sarafnya sudah terbentuk. Berbeda dengan usia satu tahun dibawahnya. Anak enam tahun masih ingin bermain.

Kedua, Aspek Psikologis:
Dalam perkembangan dunia anak dimulai bisa mengembangkan dengan baik pada usia di atas enam tahun. Semakin mengikat usianya, semakin tinggi mampu memilih materi mana yang harus dipertimbangkan dan harus diabaikan.

Anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih kesulitan di kelas satu, karena ia belum siap untuk belajar dengan baik. Dia masih mengembangkan keterampilan geraknya.

Tiga, Aspek Kognitif:
Saat masuk SD anak diharapkan mampu membaca, menulis, berhitung sederhana. Selain itu, anak juga diharapkan mampu mengikuti, paham dan bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Empat, Aspek Emosi:
Anak-anak lebih awal masuk SD memang cukup matang akademik. Namun biasanya kematangan dialog dan kemandirian belum maksimal. Sementara dijenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Anak diharapkan lebih mandiri dan juga lebih tergantung pada orangtuanya.

Bagaimana masalah yang terlihat adalah anak-anak dapat mengikuti pelajaran di sekolah, tetapi disisi lain anak masih meminta ditunda ditunda bunda atau tidak berani pipis sendiri di toilet umum sekolah, atau mudah melawan tugas yang diharapkan, atau juga tidak dapat membantu pekerjaan rumah. (rus/sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here