Beranda Berita Kades Sindangsari: Korban Banjir 244 KK, 792 jiwa, Dua Jembatan Hancur

Kades Sindangsari: Korban Banjir 244 KK, 792 jiwa, Dua Jembatan Hancur

51
0

JCS – Banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Cianjur selatan pada Jumat malam lalu menyiasakan kenangan pilu dan puing jembatan gantung. Dampak musibah banjir dan longsor tersebut paling parah dialami warga di sana pada Sabtu (3/10/2020) pagi.

Musibah banjir dan longsor di Leles Cianjur selatan kini menyisakan kenangan dan bekasnya seperti harta benda yang hilang serta trauma. Tidak hanya itu yang membuat sebagian warga mengeluh, yakni sarana infrastrustur jalan desa dan jembatan hancur, tidak berfungsi lagi karena hanyut diterjang banjir sungai Cisokan.

Salah satuya di Desa Sindangsari. Dua jembatan rusak berat diterjang air pada Jumat (2/10/2020) malam. Yaitu, jembatan gantung yang menghubungkan kampung Leuweungkalong-kampung Panyindangan Desa Nagasari dan bisa tembus ke Desa Karangsari Kecamatan Agrabinta.

Jembatan gantung yang hancur ini terbilang baru dibangun, yaitu jembatan gantung Merah Putih, panjang sekitar 90 meter, lebar sekitar 120 cm, dibangun (Csr) PT Telkom kerjasama Kodim 0608 Cianjur, Pemkab Cianjur, dan Desa Sindangsari yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 300 juta.

Satu lagi jembatan gantung yang menghubungkn kampung Naringgul Sindangsari-kampug Cilimus Desa Nagasari.

Kepala Desa Sindangsari H Endang Mulyadi mengatakan, akibat air Cisokan meluap hebat berdampak vital terhadap infrastruktur dua jembatan gantung. Pasahal, manfaat dua jembatan ini, kata H Hasan (panggilan akrab kuwu Endang Mulyadi, sangat dirasakan masyarakat desa.

“Dua jembatan gantung ini hasil upaya kami dan usulan masyarakat kepada pemerintah melalui Dinas Tarkim Cianjur. Kalau jembatan Merah Putih bantuan atau csr dari PT Telkom,” terang H Hasan, Senin (12/10/2020)

“Untuk jembatan dekat kantor desa penghubung kampung Naringgul-Cilumus akan segera dibangun lagi oleh dinas Tarkim Cianjur. Sementara jembatan gantung merah putih harus menunggu hasil koordinasi antara perusahaan Telkom dan Pemda serta Kodim Cianjur. Tapi pemeliharaan oleh dinas tarkim,” ujarnya seraya telah mengusulkan pembangunan kembali dua jembatan tersebut.

Selain itu, menurut Hasan, dampak banjir di wilayahanya dialami ratusan warga di kampung Sindanghayu, kampung Rancakamurang dan warga kampung Cikananga.

“Rumah terdampak banjir sebanyak 244 kk, 792 jiwa. Juga ada satu warga meninggal akibat sock luapan banjir,” kata dia didampingi Sekdes Nurmansyah.

Saat pemakaman satu warga
Saat pemakaman satu warga

Disinggung soal semabko atau bantuan yang mengalir dari berbagai pihak, jawab H Hasan, itu sudah diterima dan disalurkan kepada mereka yang wajib menerima bantuan.

Menurut kuwu Hasan, bantuan untuk korban banjir yang melalui desa rata-rata berupa beras, mie, minyak goreng atau sembako dan pakaian layak pakai.
“Semua bantuan ditampung di kantor kami, kemudian kami serahkan kepada seluruh korban banjir,” tegasnya.

Sudah 11 hari pasca banjir kata Hasan, bantuan sembako yang baru datang hari kemarin memang masih ada di desa dan sebagian sudah disalurkan. “Aparatur desa bekerja membantu mereka. Kami hati-hati soal bantuan untuk mereka dan sesuai data korban banjir yang sudah tercatat. Semua sembako akan nami salurkan semua,” pungkasnya. (Tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here