Beranda Cianjur Selatan Jembatan Gantung Muaracikadu Sindangbarang

Jembatan Gantung Muaracikadu Sindangbarang

438
0
Jembatan gantung semi modern. (Dok. PUPR)

JCS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya untuk mempermudah mobilitas warga Desa Muara Cikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Yaitu dengan jembatan gantung semi modern.

Informasi JCS, Kementerian PUPR telah membangun infrastruktur berupa jembatan gantung Muaracikadu Sindangbarang. Suksesnya jembatan gantung ini akan bermanfaat bagi para pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Ini merupakan prototipe Jembatan Gantung untuk Desa Asimetris (JudesA). Sebelumnya dirancang oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) dalam rangka mengembangkan inovasi teknologi JudesA.

Program dengan liding sektor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR ini, dilakukan secara swakelola prototipe JudesA.

“Untuk JudesA dengan bentang 122 meter pertama kali diterapkan di Desa Muaracikadu,” kata Pelaksana Tugas Kepala Balitbang Kementerian PUPR Lukman Hakim, Senin (30/4/2019).

Kepala Pusjatan Deded P Sjamsudin menjelaskan, jembatan dengan teknologi JudesA ini menggunakan sistem pembangunan satu arah dengan konsep flying fox. Di mana pembangunannya menggunakan tali penyeberangan.

“Cara ini dinilai memudahkan pembangunan untuk membuka akses di kawasan terpencil,” kata Deded, kemarin.

Menurut Deded, material jembatan dibuat prefabrikasi. Ia mengatakan, sistem komponen jembatan dan lantainya pun dibuat secara modular, sehingga dapat memudahkan pemasangannya.

Menurutnya, masyarakat pun bisa secara swadaya memasangkan komponennya. Dan dari segi keamanannya, JudesA didukung oleh dua sistem kabel semiindependen. “Di mana kabel utama dan sistem lantainya menahan gaya lateral, sehingga jika salah satu kabel mengalami kegagalan, maka kabel lainnya saling menguatkan,” tandasnya.

Dalam kurun 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung di berbagai daerah, dan di antaranya merupakan JudesA.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharapkan pembangunan jembatan gantung ini dapat memudahkan mobilitas warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

“Hadirnya jembatan JudesA akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan, dan akses silaturahim antarwarga,” ujar dia.

Sebelum adanya Julangtaka, warga sekitar kalau ingin ke kampung tetangga itu biasanya menggunakan rakit karena harus menyeberangi sungai. Lalu lintas warga akan terkendala ketika debit air sungai meningkat.

Alternatif lainnya warga harus memutar. Kondisi ini dinilai menyulitkan, termasuk bagi anak-anak sekolah. “Adanya jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sana,” terang Herman. (rus).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here