Beranda Berita Jelang Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur ke KPU?

Jelang Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur ke KPU?

55
0

JCS – Genderang Pilkada Cianjur mulai berasa, itu ditandai dengan persiapan para bapaslon yang segera mendaftarkan diri ke KPUD Cianjur pada tanggal 4-6 September 2020.

Di hari itu, para bapaslon maupun simpatisan (pendukung) dipastikan banyak yang hadir ke KPUD Cianjur. Diharapkan Polisi, semua yang hadir tetap mentaati aturan, tata tertib dan imbauan petugas, termasuk protokol kesehatan.

Antisipasi terjadi yang tidak diinginkan:
Untuk menciptakan suasana kondusif, Kepolisian Cianjur tetap akan menurunkan ratusan personel dibantu TNI dan Pol PP Pemkab Cianjur untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan, mengingat proses Pilkada rentan terjadi gesekan atau masalah, terutama saat pelaksanaan pendaftaran ke KPU.

Kapolres Cianjur melalui Kabag Ops AKP Muhammad Alan Haikel, mengatakan, hal itu harus diwaspadai terutama pada saat pendaftaran, di antaranya jika terjadi gesekan antarpendukung bapaslon bupati dan wakil bupati, serta situasi di jalan depan kantor KPU dan dalam Kota Cianjur.

“Sejumlah potensi kerawanan kami waspadai, makanya kami koordinasi dengan para kepala satuan fungsi di lingkungan Polres Cianjur,” tegasnya, Rabu (2/9/2020).

Menurut Alan, pihaknya akan melakukan penyekatan dan pengalihan arus kendaraan secara situasional di arah menuju kantor JPU Jalan Taifur Yusuf. “Pengalihan arus kendaraan akan melihat situasi pada saat pendaftaran,” kata Alan.

Himbauan dari kepolisian, agar mentaati setiap aturan yang ada. “Yang hadir di pendaftaran bapaslon harus menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Selain itu, petugas akan menyiagakan kendaraan taktis seperti water canon dan pasukan K9, dan dalmas.

“Kesiapan pengamanan dari rangkaian tahapan Pilkada, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan,” tandasnya.

Apalagi pada saat pendaftaran akan banyak orang yang datang, maka KPU Cianjur akan membatasi jumlah orang yang masuk kantor KPU.

Biasanya, mereka yang hadir dari masing-masing simpatisan atau pendukung bapaslon yang daftar. Sementara yang berada di ruang pendaftaran hanya bapaslon, keluarganya, serta sekretaris parpol pengusung dan tim yang dibolehkan. Sementara yang bisa masuk kantor KPU tidak lebih 10 orang. “Bapaslon yang berada di dalam KPU merasa aman, dan di luar kantor KPU harus kondusif,” pungkas Alan. (hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here