Beranda Cianjur Selatan Isu Tsunami, Para Nelayan Cisel Ragu Melaut

Isu Tsunami, Para Nelayan Cisel Ragu Melaut

60
0

JCS – Ancaman tsunami membuat para nelayan Cianajur selatan ragu mencari ikan di laut. Sampai saat ini mereka menunggu kabar perkiraan dari pihak terkait dan perbaikan alat deteksi dini gelombang tinggi. Menurut anggota dewan Cianjur, jika para nelayan tak melaut jelas tak punya penghasilan.

Mereka, nelayan Cidaun dan Agrbinta masih ketakutan mencari ikan ke laut.
Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Rustam Efendi. Menurut Rustam, para nelayan di pesisir selatan melami keraguan jika melaut. “Saat ini dialami para nelayan dilematis,” ujarnya, Kamis (1/10/2020).
Kabar akan terjadi gelombang 20 meter, setidaknya mempengaruhi kondisi pasikis mereka. Di satu sisi kabar adanya ancaman tsunami dan di sisi lain para nelayan harus mencari ikan untuk kebutuhan keluarga di rumah.
Selain itu menurut Rustam, para nelayan menyayangkan alat pendetek gelombang atau tsunami tidak berfungsi. “Ditambah alat early warning system tsunami di wilayah pantai selatan Cianjur rusak,” imbuhnya.

Ia berharap pihak terkait, atau BPBD Cianjur dan BNPB pusat koordinasi dengan baik demi perbaikan alat tersebut. Lanjut Rustam, seharusnya pula badan tersebut segera mengganti alat deteksi dini tsunami, sehingga dapat memudahkan BPBD maupun BNPB sendiri ketika perubahan iklim, fenomena di laut, dampak angin laut dan hujan seperti saat ini.
“Kita berharap mengganti alat pendetek itu, secepatnya,” harapnya.

Meski alat pendetek tsunami dan gelombang tinggi belum diganti, ia mengajak masyarakat pesisir pantai Cianjur selatan agar tetap waspada, baik saat berada di kediaman dekat pantai, apalagi jika melaut.
“Tidak usah panik, tapi waspada,” ujarnya.

Rustam kembali berharap, selain Badan Penanggulangan Bencana Cianjur dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional, relawan atau retana senantiasa mewaspadai terkait ancaman bencana tersebut, termasuk masalah banjir dan longsor di wilayah selatan Cianjur.
“Mudah-mudahan tidak terjadi tsunami maupun bencana lain,” pungkasnya. (hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here