Beranda Teknologi Ini Senjata China jika Hadapi AS

Ini Senjata China jika Hadapi AS

29
0

JCS – China dikabarkan memiliki senjata canggih dan metode pendeteksian lebih cepat, termasuk senjata hipersonik.

Dalam sebuah laporan Gugus Tugas di Amerika Serikat (AS) memberi tahu Kongres bahwa China telah mengembangkan tiga senjata nuklir khusus yang mampu menyerang jaringan listrik Amerika.

Gugus tugas itu juga menuding Beijing berniat menggunakan senjata itu dalam skenario serangan nuklir pertama.

Dalam laporan pada 10 Juni 2020, EMP Tast Force on Nation and Homeland Security (Gugus Tugas EMP tentang Keamanan Dalam Negeri dan Nasional) mengatakan, Beijing telah mengembangkan tiga jenis senjata nuklir khusus yang mampu menghasilkan gelombang elektromagnetik masif (EMP) yang akan melumpuhkan sistem kelistrikan AS sebagai serangan pendahuluan.

“Doktrin nuklir China ‘No First Use’, seperti USSR (Republik Sosialis Uni Soviet) selama Perang Dingin, hampir pasti disinformasi,” terang Direktur Eksekutif Gugus Tugas di sana, Peter Pry, dalam laprannya yang dilansir Sputnik, Jumat (19/6/2020).

Pray berpendapat bahwa dengan mempertimbangkan kemampuan pertahanan China dan metode pendeteksian, kebijakan “No Firs Use” tidak sesuai dengan akal sehat.
Misalnya, China tidak memiliki sistem peringatan dini rudal balistik dan sistem deteksi satelit yang sama dengan AS yang dapat mengingatkannya akan serangan masuk seperti itu, dan arsenal nuklirnya yang kecil-diperkirakan 320 hulu ledak nuklir pada Januari lalu oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) -ini akan menderita perentase besar dalam serang pertama, apakah itu datang dari AS, Rusia atau bahkan India.

Untuk menyampaikan serangan seperti itu, dalam laporan tersebut, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memiliki setidaknya tiga metode. Salah satunya adalah ‘Super EMP”, atau hulu ledak nuklir yang dirancang untuk memaksimalkan gelombang kejut elektromagnetik, daripada kekuatan destruktif mentahnya.

Senjata semacam itu bisa diledakkan tinggi di atmosfer-AS tahu karena pernah menguji senjata seperti itu dalam tes ‘Starfish Prime’ tahun 1962- dan menonaktifkan perangat elektronik untuk radius besar di sekitarnya, dari komputer jaringan listrik hingga pesawat terbang.

Metode pengiriman kedua yang disebutkan dalam laporan itu adalah senjata hipersonik, baik kendaraan yang meluncur atau rudal jelajah yang mampu melakukan perjalanan begitu cepat sehingga pertahanan udara musuh tidak dapat mencegatnya. (sa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here