Beranda Religi Ikhlas

Ikhlas

68
0

JCS – Sungguh beruntung orang yang memiliki satu langkah benar yang tidak ada maksud lain selain mencari keridhoan Allah.

Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala macam kotoran, sedikit maupun banyak. Sehingga yang ada di dalamnya hanyalah niat taqarrub (mendekat kepada Allah). Tidak ada notif lain selain itu.

Sementara setan selalu mengepung manusia dan merusak setiap amal perbuatannya. Dan nyaris tidak ada satu pun amal perbuatannya yang benar-benar bersih (ikhlas). Jika ada satu amal perbuatannya yang benar-benar bersih niscaya orang itu akan selamat berkat satu amal tersebut.

Imam Sahal pernah ditanya: “Apakah sesuatu yang paling berat bagi nafsu?” Ia menjawab: “Ikhlas. Karena nafsu tidak punya bagian sedikit pun di dalamnya.”

Nafsu menyukai populeritas, pujian dan kekuasaan, cenderung santai dan malas dan lainnya.

Maka sesuatu yang paling berat bagi nafsu adalah memurnikan (mengikhlaskan) niat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Ayyub pernah mengatakan, memurnikan niat dalam beramal lebih berat daripada seluruh amal perbuatan.

Bahkan ada yang mengatakan, ikhlas sesaat adalah keselamatan abadi. Hanya saja, ikhlas itu sangat berat.

Orang yang menginginkan ikhlas harus bisa membersihkan hatinya dari kecintaan kepada segala macam syahwat (kesenangan), mengisi hatinya dengan kecintaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan senantiasa menghabiskan waktunya untuk memikirkan Akhirat.

Orang semacam ini kalau makan, minum, atau membuang hajat, ia pasti melakukannya dengan hati yang ikhlas dan niat yang benar. Sedangkan orang yang tidak begitu, pintu ikhlas akan tertutup baginya kecuali dalam momentum yang sangat langka.

Orang yang hatinya didominasi cinta kepada Allah dan cinta Akhirat, tentu aktifitasnya sehari-hari akan terpengaruh oleh sifat fikirannya dengan menjadi ikhlas. Sedangkan orang jiwanya didominasi cinta dunia, pangkat dan jabatan -pendek kata selain Allah- tentu seluruh aktifitasnya akan terpengaruh dengan sifat tersebut. Sehingga amal ibadahnya -puasanya, shalat dan sebagainya- tidak pernah lepas dari sifat tersebut kecuali dalam momentum yang sangat langka.

Jadi, ikhlas adalah mematahkan kepentingan nafsu, melenyapkan harapan duniawi dan memurnikan niat untuk Akhirat, sehingga perasaan itu dominan di dalam hati. Karena ketika itulah ikhlas mudah didapat. Wallahu a’lam…*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here