Beranda Editorial HUT RI ke-75: Tema ‘Indonesia Maju’ dengan Logo yang Terinspirasi dari Prisai...

HUT RI ke-75: Tema ‘Indonesia Maju’ dengan Logo yang Terinspirasi dari Prisai Garuda Pancasila

215
0

JCS – Hari-hari berlalu begitu cepat dan kini menapaki waktu di bulan Agustus 2020.
Tahun lalu di warnai kemarau. Kalaupun masih ada hujan tetapi secara umum wilayah Indonesia sedang menapaki tangga ke puncak musim kering.

Bangsa Indonesia menempatkan bulan memiliki makna sangat penting dan strategis. Dalam rentang 75 tahun silam, 17 Agustus 1945, di bumi nusantara ini lahir NKRI.

Maka bulan Agustus demkian mendalam dan menandai tonggak sejarah peradaban. Makna itu selalu dikenang seluruh warga bangsa ini setiap tahun dalam momentum HUT RI Kemerdekaan.

Hanya saja, peringatan HUT RI kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Wabah virus corona yang diduga berasal dari Wuhan China telah mengubah segala…
Entah sampai kapan wabah ini mencengkeram kehidupan masyarakat Indonesia. Beragam prediksi dan analisis yang disertai grafik, angka, rumus dan kurva bahwa wabah ini akan berakhir Mei, Juni atau Juli ternyata meleset.

Berbagai kegiatan pun terbatas akibat wabah, namun diyakini peringatan ini tetap khidmat dan meriah.

Tetap Meriah:
Di tengah kekhawatiran akan penyebaran serta keterbatasan gerak dan mobilisasi sumber daya, perngatan HUT RI tahun ini diselenggarakan. Meski dengan keterbatasan diyakini peringatan kali ini tetap khidmat dan meriah.

Kini beragam persiapan sedang dilakukan jajaran pemerintah untuk menyambut peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, seperti di lingkungan Pemkab Cianjur. Tidak sekedar upacara tetapi juga kegiatan lain yang mengiringi untuk menyemarakan atau memeriahkannya.

Denyut persiapan dilakukan oleh masyarakat. Mulai dari perencanaan kegiatan upacara pada puncak peringatan hingga rancangan untuk menyemarakan atau memeriahkan.

Penjual Bendera Merah Putih juga mulai muncul, baik yang mangkal di pinggir jalan maupun berkeliling menggunakan motor. Selain menjual aneka ukuran bendera, ada juga yang melengkapi dagangannya dengan tiang terbuat dari bambu.

Kendaraan-kendaraan pun banyak yang sudah menalikan Bendera Merah Putih ukuran kecil, atau memasang benda bernuansa merah putih di kendaraannya, termasuk sebagian warga telah memasang bendera di depan kantor-kantor dan di rumahnya.

Sebagian warga Cianjur dan sekitarnya tampak mulai melakukan persiapan. Dari memasang spanduk, memasang bendera hingga mengecet pagar dan gapura masuk kawasan.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker dan menjaga jarak fisik, sejumlah warga bergotongroyong membuat pagar di pinggir jalanan umum menuju kampungnya.
Mereka pun mengecet pagar itu dengan kombinasi warna merah putih.

Kegotongan itu terasa aktual di tengah wabah ini. Tampaknya wabah juga menguji seberapa besar bangsa ini memiliki dan mempertahankan kekompakan serta solidaritas seperti telah ditunjukkan para pejuang.

Imbauan Sesneg Pratikno:
Adanya warga yang melakukan persiapan HUT RI sesuai dengan imbauan Menteri Sekretaris Negara Pratikno selaku Ketua Panitia Negara Perayaan Hari-hari Nasional dan Penerimaan Kepala Negara/Pemerintah Asing/Pimpinan Organisasi Internasional.

Dia meminta warga mengibarkan Bendera Merah Putih dikibarkan secara serentak selama sebulan di seluruh Indonesia mulai 1 Agutus 2020.

Imbauan juga disampaikan kepada seluruh lebaga negara, para menteri, hingga kepala daerah.

Namun dia mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.
Perayaan HUT RI ke-75 tetap dilaksanakan di Istana Merdeka. Tetapi pelaksanaan dengan peserta terbatas dan menerapkan protokol Covid-19. Masyarakat dapat mengikuti jalannya upacara secara vertual.

Istana Kepresidenan mengajak masyarakat untuk menghentikan semua aktivitasnya selama tiga menit pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB untuk memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hentikan semua kegiatan dan aktivitas selama tiga menit saja pada 17 Agustus 2020 pukul 10 lewat 17 menit Waktu Indonesia Barat,” ujar Pratikno beberapa waktu lalu.

Bila saat itu tiba, seluruh warga harus ambil sikap sempurna dan berdiri tegak untuk menghormati peringatan Detik-detik Proklamasi.

Seluruh masyarakat yang ada di pasar, tempat umum, kampung-kampung termasuk warga negara Indonesia di luar negeri diharapkan menghentikan kegiatan saat upacara berlangsung. Kemudian dengan khidmat berdiri tegak ikut menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.
Peringatan HUT ke-75 RI mengambl tema ‘Indonesia Maju’ dengan logo yang terinspirasi dari simbol prisai Garuda Pancasila. Makna ‘Indonesia Maju’ adalah resrestasi dari Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lomba-lomba tetap dapat dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomo Kreatif juga menyiapkan sejumlah lomba yang bersifat virtual.

Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada tahun ini berbeda sekali nuansa dan susannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut dilakukan mengingat suasana pandemi yang tidak memungkinkan untuk menghadirkan masyarakat dan tamu undangan dalam jumlah besar. Namun situasi pembatasan tampaknya tidak menyurutkan semangat untuk melaksanakannya sebagai wujud kecintaan kepada bangsa dannegara ini.

Selama hayat masih di kandung badan dan dalam situasi sulit sekalipun pekik namun ‘sekali merdeka tetap merdeka’, gelora itu diyakini tetap membahana di tengah wabah virus corona.
Karena semua warga bangsa ini, tentu selalu teringat dan terngiang untuk semakin meneguhkan arti dan makna 17 Agustus 1945. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here