Beranda Cianjur Selatan Hati-hati! Lewat Jalan Sukamulya-Purabaya-Sukasirna Licin

Hati-hati! Lewat Jalan Sukamulya-Purabaya-Sukasirna Licin

43
0

JCS – Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat (2/10/2020) lalu berdampak terhadap ruas jalan Sukamulya-Purabaya-Sukasirna. Badan jalan di beberapa titik Desa Sukamulya – Purabaya – Sukasirna pun masih licin oleh tanah bercampur air. Bahkan, terparah di jalur Sindangrama Desa Sukasirna.

Memang, longsoran tanah tebing di jalan Sukamulya sudah dibersihkan oleh petugas PUPR Cianjur beberapa hari lalu. Saat ini tinggal material bekas longsoran yang menutupi saluran air. Akibatnya, kondisi jalan sangat licin dan juga berdampak pada laju perekonomian masyarakat.

Ini merupakan jalan hidup dan sering digunakan masyarakat saat melakukan aktivitas, terutama para pemotor dan mobil.

Tak ada jalan pilihan bagi mereka saat hendak ke arah Tangkil atau sebaliknya. Mereka terpaksa melewati kondisi jalan yang berpotensi terjadi kecelakaan tersebut.

Ini tanjakan Cadas Bodas Purabaya
Ini tanjakan Cadas Bodas Purabaya

Kondisi yang sama yaitu di ruas jalan (tanjakan) Cadas Bodas Desa Purabaya menuju Desa Sukasirna. Kondisi demikian karena dampak longsor pada Jumat lalu.

Dari pantauan JCS pada Minggu (18/10/2020) pagi, beberapa pengendara roda dua mencoba melintas di tanjakan Cadas Bodas. Di belakangngnya satu kendaraan truk bermuatan berat menuju Leles.

Jajuli (35), salah seorang pengemudi motor mengaku dari arah Gunung Bitung Kecamatan Cibinong mau ke kampung Bihbul Sukamjalya. Menurut Jajuli, lewat tanjakan Cadas Bodas adalah alternatif, sebab jika lewat Sindangbarang terlalu jauh, meski musim hujan.

“Memang cemas juga lewat jalan Cadas Bodas soalnya licin. Terus drainase sudah dangkal. Bahkan beberapa parit atau drainase yang tertutup tanah sehingga saat hujan deras air melimpah ke jalan,” tuturnya.

Sementara itu, Kades Sukasirna Habib Latif mengatakan, jajaran desa, rt, kadus dan warga berupaya memperbaiki ruas jalan yang terkena longsor, seperti dekat jembatan Hegar Tanah.

Bahkan, jalan menuju kampung Sindangrama ini ada yang terhalang oleh longsoran tabah dan batu. Untuk mengatasinya menggunakan alat berat dari PUPR Cianjur.

“Longsoran tanah menimpa jalan di beberapa titik. Drainase atau parit di pinggir jalan menuju kampung Sindangrama Pesantren juga tertutup longsor.
Akhirnya, alat berat beko yang digunakan di Neglasari ditarik ke sini,” ujar mantan Intel di kesatuan Kodam III Siliwangi itu, Minggu.

“Makanya kalau hujan di sini, airnya langsung ke jalan. Walau di Sukasirna tak banjir. Tapi jalan tergenang dan sangat tak nyaman untuk pengendara,” kata Habib menambahkan.

Habib menggerakan warga agat parit di sana dinormalkan sehingga air bisa lancar mengalir ke drainase induk di dekat atau arah pesantren.

Selain di sana, diakui kuwu Habib, drainase di beberapa tempat banyak endapan lumpur. Sampah plastik juga banyak di dalam drainase dan menghambat aliran air.

“Memang sampah banyak. Karena itu masing-masing rt dan kadus mesti giat turun ke jalan untuk membersihkan sampah dan material dampak hujan lebat. Jadi kalau hujan deras di sini, jalan ini dipenuh air, kasian warga yang akan berangkat mencari nafkah,” pungkasnya. (Ziz/Hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here