Beranda Berita Hasil Pilkades di Kecamatan Leles dan Agrabinta

Hasil Pilkades di Kecamatan Leles dan Agrabinta

224
0
Hasil perolehan suara Desa Pusakasari, Kecamatan Leles

JCS – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Cianjur sebanyak 247 desa berlangsung sukses. Diantaranya proses Pilkades (di Desa) Pusakasari Kecamatan Leles berlngasung seru campur menagangkan, namun tetap aman dan tertib di masing-masing TPS pada Minggu (23/2/2020).

Saat Pelaksanaan Pilkades:
Cuaca pagi itu cukup cerah, sehingga memberikan semangat bagi masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan suara atau pelaksanaan pencoblosan Pilkades serentak tersebut.

Warga Desa Pusakasari begitu antusias menghadiri TPS. Pilkades ini dipantau langsung Camat, Kapolsek, Danramil dan anggota. Warga pun begitu baik mengantri menunggu pemanggilan.

Untuk Pilkades Pusakasari dengan Jumlah hak pilih sekitar 1.500 jiwa. Sementara yang hadir sekitar 1. 400 jiwa.

Anggota panitia Pilkades Pusakasari, Jaja Mujahidin mengatakan, hasil Pilkades di Desa Pusakasari berlangsung aman dan lancar. Walhasil, perolehan suara dalam Pilkades Pusakasari (di jantung kota Leles) ini, dimana calon kades nomor urut satu A. Munawar alias H. Nokus mengantongi suara sekitar 700 suara, Gagan urut dua sekitar 250 suara, dan Elan sekitar 300 suara.

“Jadi yang unggul di Desa Pusakasari no urut 1 A. Munawar,” kata guru Jaja kepada JCS, Minggu (23/2/2020) sore.

Pilkades di desa-desa lain dalam Kecamatan Leles:
Nah, Pilkades serentak 2020 yang tak kalah menegangkan digelar di Desa Karyamukti (Bima Karya, red). Seiring proses demokrasi di desa ini, dimana kades terpilih di Desa Karyamukti datang dari kalangan generasi muda milenial, adalah Saadullah.

Selanjutnya, kades terpilih di Desa Sirnasari Sahuri, kades terpilih di Desa Puncakwangi H Badru, kades terpilih di Desa Waahir (incumben) Elang Sobandi, kades terpilih di Desa Mandalawangi Dida, kades terpilih di Desa Sukasirna Habib Latif (dari intel TNI), kades terpilih di Desa Sukajaya Amat, dan kades terpilih di Desa Nagasari Hasbullah alis bos Dodi.

Berikutnya hasil Pilkades serentak di Kecamatan Agrabinta, Suharlan terpilih menjadi Kades Mekarsari Bojong Terong, kades terpilih di Desa Bunisari Ruyatman, kades terpilih di Desa Karangsari Iskandar, kades terpilih di Desa Mulyasari Ade Rustandi, kades terpilih di Desa Sinarlaut Surahman, dan kades terpilih di Desa Tanjungsari Juanda.

Plt. Bupati dan jajaran Muspida memantau Pilkades:
Sementara itu, Pilkades di Kecamatan Cianjur ada lima desa, yakni Desa Nagrak, Mekarsari, Sukamaju, Limbangansari, dan Desa Babakan Karet.

Pilkades wilayah kota dipantau langsung Forkopimda Kabupaten Cianjur melibatkan Plt. Bupati Cianjur H Herman Suherman, Dandim 0608 Cianjur, Kapolres Cianjur, Kepala Dinas PMD, Kejari Cianjur, Subdenpom dan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur.

Saat memantau, Herman mengatakan pelaksanaan Pilkades terlihat bagus, dimana warga rela mengantri demi menyalurkan hak pilihnya.

Pesan Herman, semua pihak harus menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif, mulai dari pencpblosan, penghitungan dan sesudah penghitungan. “Kita harus bisa menjaga daerah kita sendiri,” ucap Herman.

Herman pun mengucapkan terimakasih kepada penyelenggaran pilkades, calon lades, polisi, TNI dan masyarakat yang telah bersama-sama menyelenggarakan pesta demokrasi pilkades dengan aman, tertib, lancar dan sukses. “Semoga kegiatan ini jadi amal baik kita semua,” ucap dia.

Pengamanan Pilkades serentak:
Polres Cianjur menurunkan sebanyak 627 anggota untuk pengamanan. Belum lagi dibantu TNI dan Pol PP, atau sekitar 100 personel gabungan.

Kapolres AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, menempatkan tim di Kecamatan Sukanagara untuk mengamankan wilayah selatan Cianjur jika terjadi gejolak atau konflik.

Masalahnya, lanjut Kapolres Juang, daerah Cianjur punya masalahnya geografis, kondisi itu dikhawatirkan polres tidak bisa cepat tiba ke lokasi jika muncul sebuah konflik. “Makanya ada tim tersendiri yang berjaga di Cianjur selatan, total personel atau SSK,” ungkap Juang.

Lima wilayah yang mendapat pemantaun ketat:
Polisi memantau khusus Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Cikalong, Sukaluyu dan Takokak. Pasalnya, itu masuk wilayah merah dalam Pilkades, Minggu (23/2/2020).

Lima wilayah tersebut sempat terjadi konflik dan kegaduhan saat tahapan menjelang Pilkades Cianjur serentak.

Jadi pihak terkait memantau wilayah yang diindikasi potensi terjadinya kericuhan. Sebab, dari 32 kecamatan, lima kecamatan yang termasuk kategori merah.

Wawasan Hukum dan jika Pelanggaran Pilkades:
Masalah puas tidak puasa hasil pilkades ini, atau ada temuan pelanggaran; misalnya jelas terjadi praktik serangan fajar dengan membagikan uang, hal ini telah ditegaskan Kepala Dinas PMD Cianjur Ahmad. “Kalau menemukan praktik serangan pajar silahkan lapor ke polisi, tapi tentu harus ada saksi dan bukti,” Danial.

Danial menjelaskan, praktik politik uang ini masuk dalam pidana umum sehingga bisa diproses secara hukum kepada aparat.

Meski dilaporkan, terang Danial, calon kades tidak langsung gugur karena proses hukum harus dijalankan sampai tuntas. Kalau ada yang lanjut nantinya tergantung dari hasil amar putusan pengadilan negeri tentang laporan.

Jika ada pelanggaran administrasi dan proses pelaksanaan selama pilkades, silahkan lapor ke panitia pilkades.

“Kalau yang dilaporkan itu menang, tidak membuat guhur kemenangan,” jelas Danial.

Sebuah gambaran jika ada pelanggaran, pihak pengugat bisa melaporkan pelanggaran adminsitrasi atau bisa melapor ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut Danial, biasanya prosesnya lama, tetapi kalau gugatan pada kades yang dilantik, maka yang digugat adalah SK bupati dan dalam sidang dimenangkan penggugat, maka dibatalkan pelantikannya. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here