Beranda Cianjur Selatan Harga Caruluk di Leles Rp 10 Rebu/Leter, Cocok buat Menurunkan Panas Tubuh

Harga Caruluk di Leles Rp 10 Rebu/Leter, Cocok buat Menurunkan Panas Tubuh

62
0

JCS – Kolang-kaling alias ‘caruluk’ mulai dijual oleh warga Cilimus Desa Nagasari, Kecamatan Leles, Cianjur, Selasa (4/5/2020). Penjual kolang-kaling ini memang tidak setiap hari keliling kampung, khususnya ke kampung Cikananga. Menurut salah seorang pembeli kolang-kaling, ma Ropijah, penjual kolang-kaling sudah mengemasnya dalam kantong keresek hitam. “Abu tos meser caruluk kanggi buka puasa. Pangaosna Rp 10 rebu saleter. Upami sakilo kira-kira Rp 12 rebuan,” kata ma Ropijah, Senin (4/5/2020).

Penjual kolang-kaling baru pertama kali masuk kampung ini adalah orang Cilimus Desa Nagasari bernama Sumarna, menggunakan motor engkrek.

Menurut ma Ropijah, penjual caruluk tersebut datang sekitar jam 10 siang dan langsung dibeli oleh beberapa warga Cikananga. “Barade caruluk-caruluk ngora, bade caruluk, tah kakupingna kitu, tukang caruluk teras calik di tepas pawon, langsung recak maleser,” imbuhnya menirukan suara tukang kolang-kaling yang menyebut ‘barade caruluk-caruluk ngora’.

Harga kolang-kaling Rp 10 rebu satu liter, atau 1 kg kisaran Rp 12 ribu terbilang harga sedang, soalnya barang kolang-kaling yang tinggal dimasak dan siap disajikan sebagai menu buka puasa itu memang agak sulit didapat untuk saat ini. Maklum pohon aren (kawung) yang juga bahan baku/sumber kolang-kaling nyaris habis di lahan-lahan pasir karena banyak dibeli bandar, sebelum memasuki musim hujan dan bulan Ramadhan ini.

Umumnya, kolang-kaling kerap ditemui di berbagai jenis makanan dan minuman saat bulan Ramadhan. Seperti dijual pemilik warung atau jongko khusus penyedia menu buka puasa di sepanjang jalan Parigi-Leles, sore hari.

Sumarna (40) mengaku harga segitu cukup murah, apalagi dalam situasi dan suasana sekarang cukup banyak yang pesan kolang-koling dibandingkan hari biasa.
“Nuju saum kieu mah, seueur nu pesen caruluk,” ujarnya.

Kolang-kaling ini bisa menghilangkan panas tubuh saat puasa. Kolang-kaling laris manis, juga sering dijadikan untuk es buah.

Seiring merebaknya wabah virus Corona saat ini, terutama di kota-kota besar, namun di Cianjur selatan tidak mempengaruhi penjualan kolang-kaling, baik yang jualan langsung (keliling)kampung maupun ke warung-warung sayuran. “Masih normal, teu kirang nu maleser caruluk,” tutup Sumarna. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here