Beranda Berita Gelombang Panas, Ular-ular pada Keluar di Australia

Gelombang Panas, Ular-ular pada Keluar di Australia

77
0
Ular ditemukan di toilet warga di Australia (Twitter)

JCS – Tadak heran jika banyak warga Australia yang mendapati ular di bawah lemari es, pemanggang kayu, pendingin udara, atau di toilet. Pasalnya, gelombang panas sedang menerjang Australia sejak dua pekan terakhir sehingga berdampak pada hewan.

Beberapa satwa seperti kuda dan ikan mati karena dehidrasi dan kekurangan oksigen. Ada juga hewan yang mencari tempat relatif sejuk di permukiman, seperti ular.

Warga Australia yang tinggal dekat dengan habitat ular biasanya sudah mengetahui perubahan perilaku hewan melata ini. Namun gelombang panas di awal 2019 ini merupakan yang terparah sejak 1930-an.

Tak heran juga jika seorang petugas penangkap ular di Queensland, Luke Huntley, disibukkan dengan panggilan dari warga di tengah cuaca menyengat ini.

Pekan lalu, dia memindahkan dua ekor piton masing-masing sepanjang 2 meter yang merayap di pintu menuju pancuran. Ular itu tak hanya menghindari panas tapi juga mencari air.

Beberapa hari sebelumnya, Huntley menangkap ular pohon yang melilit di bagian dalam kloset toilet.

“Karena hari panas dan cuaca kering, ular-ular ini berusaha mencari tempat lembab dan tetap tenang seperti kita,” ujar Huntley, di halaman Facebook-nya, seperti dilaporkan kembali The Washington Post, Rabu (30/1/2019).

Baru-baru ini, perempuan bernama Helen Richards di Brisbane kaget bukan kepalang. Saat baru duduk di kloset, dia merasakan sentuhan pada kulit disusul dengan rasa sakit. Begitu dilihat, dia mendapti seekor piton sedang menatapnya.

Cuaca hangat dan panas memancing ular untuk keluar dari persembunyian. Musim ular dimulai pada September yang juga awal musim semi di Australia. Ini akan berlangsung hingga sepanjang musim panas, yakni dari Desember hingga Februari.

Gelombang panas menyelimuti sebagian besar wilayah Australia di awal 2019. Suhu melonjak hingga 47 derajat Celsius di Adelaide pada Kamis besok. Di tenggara negara itu, suhu pada Rabu malam mencapai 35,5 derajat Celsius, terendah selama Januari ini. (sa/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here