Beranda Fenomena Fenomena Anak Sekolahan

Fenomena Anak Sekolahan

35
0

JCS – Setiap orang tua dan guru atau tenaga pendidik pasti menginginkan putra-putrinya berhasil dan meraih masa depan yang gemilang.

Untuk itu membutuhkan niat menuntut ilmu (bagi pelajar) atau menyampaikan pelajaran yang serius (bagi guru) di kelas. Namun fakta di lapangan beragam fenomena yang terjadi.

Bagi orang tua jangan kalah sama anaknya dalam mendukung proses belajar mengajar. Orang tua harus pandai mengawasi anaknya. Jangan sampai anak kita menuntut ilmu hanya sekedar berangkat dan pulang sekolah, alias cuma menghabiskan uang jajan dari orang tua saja.

Pengalaman penulis saat mengenyam dunia sekolah (belajar), dan menjadi pendidik hingga saat ini, ternyata banyak hal yang ditemukan di dalam maupun di luar sekolah, mulai anak yang baik, rada baik hingga siswa bandel, nakal alias ‘purunyus’ berlebihan.

Nampaknya memang bahwa hal ini ada masa-masanya bagi mereka. Hal ini juga sekali lagi, butuh bimbingan guru maupun orang tua. Faktor lingkungan dan pergaulan pun sangat mempengaruhi pada siswa.

Kenakalan yang sering terjadi:
Masa remaja dan sekolah adalah masa dimana kenakalan masih menjadi kebiasaan bersama teman-teman yang lain.

Termasuk mendapatkan hukuman, ini adalah kenangan paling diingat, ketika menghormat bendera, disetrap di luar kelas atau dipotong rambutnya karena kepanjangan.

Sekolah merupakan tempat menimba ilmu dengan bimbingan guru.

Para siswa pun punya cara tersendiri saat menimba ilmu. Ada yang serius dengan mencatat, ada yang mendengarkan saja, ada yang bermain saja, ada yang mendengar tapi tangan memegang HP, ada yang tidur, dan yang paling legend adalah yang kabur, yang merupakan kenakalan tingkat dewa. Termasuk peristiwa kenakalan pelajar seperti tawuran dan sejenisnya.

Kembali soal kenakalan anak sekolahan! Mengaca pada banyak peristiwa kenakalan oknum pelajar yang terjadi di setiap daerah di Indonesia, muncullah pertanyaan, mengapa sekolah yang notabene adalah buat belajar dijadikan tempat bermain?

Sebenarnya ini tergantung individu dan didikan orang tua sebelum sekolah.

Masa Usia TK, SD, SMP/MTS, SMA/SMK:
Untuk masa TK, pembelajaran biasanya bersifat play anda learing. Yaitu, pembelajaran dilakukan dengan metode permainan namun sambil diberikan ilmu pembelajaran bagi murid. Jangan heran kalau anak TK ini suka banyak bermain dan usil namun ilmunya cukup.

Saat masa-masa SD, pembelajaran lebih fokus pada masa ini juga, anak-anak lebih jauh mengenal teman sebaya apalagi teman sebangku.

Ada yang menginap di rumah, bermain bersama, dan lain-lain. Selain itu, pada masa inilah murid sekolahan cenderung mengenal jauh mengenai HP android.

Selain itu, pada masa ini selalu saja ada kejadian unik tergantung sekolah masing-masing. Namun, yang paling fenomenal adalah desas-desus bahwa sekolah SD kita dulu adalah bekas kuburan atau rumah sakit (beberapa mungkin ada yang benar, dan sebagian tidak). Pada masa ini, murid bisa terkontaminasi kabur dari sekolah pada saat jam pelajaran.

Masa SMP:
Pada masa SMP, anak sekolahan mulai memunculkan kepribadiannya. Bagaimana tidak, pada masa inilah kita mengenal pacaran (awalan biasanya saat SD kelas enam, tapi lebih mengerucut pada saat SMP). Selain itu, para murid sekolah pada masa-masa ini adalah mereka mengenal akan rokok.

Selain itu, pada masa inilah siswa mulai kehilangan gairah untuk belajar atau mengerjakan tugas tugas di sekolah maupun di rumah.

Masa SMA/SMK:
Masa-masa yang dianggap paling mengena. Pada masa ini, oknum siswa kadang kabur dari sekolah dan pergi ke tempat yang entah dimana. Biasanya di warung sambil ngorek HP, buka-buka medsos, janjian -hingga timbul masalah karena tidak taat pada aturan sekolah.

Pada masa ini juga adalah masa-masa dimana ia ingin dikenal luas oleh adik kelas.

Kalian bisa saja terkenal di lingkungan sekolah kalian tergantung bagaimana cara kalian sendiri.

Dengan cara laporan jelek, gosip kelas, ekstrakurikuler, perlombaan, dan lain-lain.

Saat masa ini juga kita, (termasuk yang baca tulisan ini) sewaktu-waktu suka memikirkan diri kita saat masih anak-anak.

Berbagai aktivitas di lingkungan sekolah:
-Waktu terbaik anak sekolahan; tidak ada guru saat jam pelajaran merupakan sebuah kebanggaan bagi sebagian siswa. Tapi jangan bangga dulu. Meski jam produktif, biasanya beberapa guru yang tidak sempat masuk menitipkan tugas pada guru lain atau pada ketua kelas.

Saat itu, biasanya dimanfaatkan untuk bermain game, mengobrol, mengerjakan tugas, mendengarkan lagu, menonton film, menggambar, dan ada yang tidur.

-OSIS dan Pramuka
Dua organisasi di sekolah ini paling terkenal. OSIS dipandang baik karena dekat dengan pihak sekolah dan dibenci karena kegiatannya yang seringkali dianggap membosankan.

Pramuka dipandang baik karena Tri Satua, Dasa Dharma, dan kegiatannya yang penuh pembelajaran aktif dan dibenci karena beberapa oknum yang menggunakan pramuka sebagai media pelampiasan balas dendam (mungkin). Banyak kejadian tak masuk akal yang diterapkan oleh oknum tersebut.

Saat guru terlambat jarang dipanggil:
Karena kalau dipanggil, guru tersebut akan absen dan mangajar siswa. Sedangkan siswa tingkat SMP dan SMA sudah mulai kehilangan gairah belajarnya.

Hari Senin adalah hari paling diikuti:
Karena pada hari Senin biasanya memiliki beberapa ketetapan yang mutlak dan dibenci oleh murid sekolahan, upacara, tugas, pelajaran matematika, guru razia dan killer (untuk tugas matematika guru killer dan razia terhitung relatif) siswa sekolahan seringkali terlambat. Sehingga, mereka bekerja sampingan sebagai pagar dan gerbang sekolah.

-HP, rambut, pakaian seragam dan sepatu adalah hal yang paling diperhatikan.

-Pelajaran olahraga paling disukai siswa.

Piket:
Setiap kali ada jadwal piket, kita selalu pulang tanpa sepengetahuan seksi kebersihan kelas sehingga membiarkan siswa lain untuk piket.

Banyak lagi fenomena di sekolah yang bisa bikin kamu baper.

Penulis berharap, hidup kita harus menularkan manfaat sebesar mungkin untuk teman-teman, agar kita menjadi orang yang berhasil dan sukses serta selamat di dunia maupun Akhirat. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here