Beranda Berita Fakta-fakta Kerusuhan di Ibu Kota

Fakta-fakta Kerusuhan di Ibu Kota

47
0
Kondisi Ibu Kota berangsur kondusif

JCS – Aksi massa yang memprotes hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 berbuntut krusuhan dan tragis. Delapan orang tewas. Itu kerusuhan terjadi di daerah Sarinah, Slipi, Petamburan, dan Tanah Abang, Jakarta, pada 21-22 Mei 2019.

Informasi dikumpulkan JCS, kepolisian menciduk ratusan orang yang diduga provokator. Menurut keterangan polisi, para provokator merupakan massa bayaran. Dugaan itu diperkuat dengan temuan sejumlah uang dari mereka.

Polisi menyimpulkan bahwa kerusuhan yang terjadi telah direncanakan. Berikut ulasannya:

Perusuh Diciduk

Jumlah tersangka yang diduga provokator dalam kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta sekitar 300 orang per Kamis (23/5/2019) pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, para tersangka ditahan di Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polres Metro Jakarta Barat.

“Saat ini untuk Polda Metro masih melakukan pemeriksaan secara intens terhadap 300 lebih untuk pelaku kerusuhan yang sudah diamankan oleh Polda Metro Jaya,” kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Polisi sedang mendalami peran dari masing-masing tersangka, siapa yang menjadi pelaku di lapangan, koordinator, hingga auktor intelektualis.

Kemudian, kepolisian juga mendalami barang bukti yang ditemukan, seperti uang, bom molotov, senjata tajam, kendaraan, dan petasan dalam berbagai ukuran.

Massa Bayaran

Data Kepolisian, para terduga provokator menerima uang masing-masing Rp 300.000. “Amplopnya sudah ada tulisan masing-masing Rp 300.000 per hari. Sekali datang dikasih duit,” kata Dedi.

Tersangka yang Terafiliasi ISIS

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyatakan, polisi menangkap dua tersangka yang hendak ikut dalam aksi massa. Menurut Iqbal, keduanya merupakan anggota Kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS.

“Dari keterangan dua tersangka tersebut, mereka memang berniat untuk berjihad pada aksi unjuk rasa tanggal 21-22 (Mei). Kami menemukan bukti yang sangat kuat,” ujar Iqbal.

Soal Garis

Iqbal menyatakan, salah satu petinggi Kelompok Garis berinisial ABB. Namun, Iqbal enggan mengungkapkan nama lengkap dari inisial tersebut.

“Saya jawab dulu, Garis itu adalah Gerakan Reformis Islam. Salah satu Ketua Dewan Syuro Ustaz ABB,” ujar Iqbal.

Saat ditanya apakah inisial ABB merujuk pada nama terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir, Iqbal cuma tersenyum seperti terlihat dilayar kaca tv (berita, red). “Masak enggak tahu? ABB,” Iqbal balik tanya pada wartawan. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here