Beranda Berita Dugaan Korupsi Dana Desa mulai Tercium Kejaksaan Cianjur

Dugaan Korupsi Dana Desa mulai Tercium Kejaksaan Cianjur

1131
0

JCS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur yang dipimpin Yudhi Syufriadi bakal memproses hukum kades-kades yang terlibat menyelewengkan anggaran dana desa. Langkah tegas dan tidak main-main dilakukan institusi yudikatif yang beralamat di By Pass Cianjur ini, mulai menyasar dugaan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2017-2018. Data yang dijadikan bahan proses hukum oleh Kejari Cianjur kali ini merupakan hasil pemeriksaan Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur.

Menurut informasi diperoleh JCS menyebutkan, identitas kades maupun mantan kades yang akan diperiksa nanti, sudah dikantongi oleh pihak Kejari Cianjur.

Adapun mantan kades yang diduga mempermainkan dana desa, sekaligus ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Cianjur, yakni mantan Kades Munjul Kecamatan Cilaku inisial JA. Karena diduga telah menyelewengkan dana desa tahun anggaran 2017-2018 sekitar Rp700 juta.

Jerat hukum terhadap mantan Kades Munjul seperti dibeberkan Kejari Cianjur Yudhi Syufriadi, bahwa mantan kades ini menjadi tersangka lantaran diduga menyelewengkan dana desa. Kejaksaan melakukan proses hukum karena didukung oleh alat bukti yang kuat.

Menurut Kejari, soal jumlah uang yang bisa merugikan negara, kini sedang dihitung pihak Irda. “Saat ini kami menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari inspektorat daerah. Selanjutnya, berkasnya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” terang Yudhi, Rabu (12/2/2020).

Upaya atau modus yang dilakukan tersangka dalam anggaran dana desa, diantaranya memanipulasi jenis pekerjaan fisik yang dilaporkan selesai padahal kenyataannya tidak selesai. Maka dia masuk dugaan tindak korupsi. Perbuatan tersebut merugikan negara, kemudian pengaruh terhadap daya serap penggunaan aliran dana yang semestinya untuk kepentingan masyarakat.

Masih menyoal dana desa, Menurut Yudi, tidak hanya di Munjul Cilaku, namun pihaknya sedang menyelidiki dua desa lainnya. “Belum lagi kasus yang limpahan dari Polres Cianjur, tapi itu dikembalikan lagi karena lebih dari waktunya atau kadaluarsa,” tegas Kejari Yudhi.

Terkait masalah ini, Kepala Inspektorat Cianjur, Arief Purnawan mengatakan, pihaknya sedang menghitung kerugian negara terhadap dugaan penyelewengan dana desa yang masuk ke Desa Munjul. “Upaya ini agar jelas dan langkah hukumnya pun jelas dan untuk diproses lebih lanjut,” kata Arief. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here